Indonesia Siap Miliki 48 Jet Tempur KF-21 Boramae Tercanggih Saingi Rafale dan Su-35

AKURAT BANTEN - Angkatan Udara Indonesia kembali mencatat tonggak penting dalam kerja sama pertahanan dengan Korea Selatan.
Pada 30 September 2025, seorang penerbang uji TNI AU sukses melaksanakan penerbangan uji selama satu jam dari kursi depan prototipe pesawat tempur generasi 4,5 KF-21 Boramae.
Ia terbang bersama pilot uji Korea Aerospace Industries (KAI), Koh Hwi Seok, dalam misi yang menandai semakin eratnya kolaborasi kedua negara.
Keberhasilan ini datang setelah Indonesia dan Korea Selatan pada pertengahan Juni 2025 menyepakati revisi perjanjian pengadaan jet tempur KF-21.
Baca Juga: Kapal TNI AL Mengamuk di Teluk Jakarta Presiden Prabowo Justru Tersenyum Ada Apa?
Perjanjian baru itu muncul setelah bertahun-tahun ketidakpastian mengenai komitmen Jakarta, terutama karena kesulitan memenuhi porsi pendanaan sebesar 20 persen dari biaya program yang sebelumnya dijanjikan oleh Kementerian Pertahanan RI.
Kini, Indonesia menargetkan untuk membeli 48 unit KF-21. Jet tempur ini diproyeksikan menjadi tulang punggung kekuatan udara TNI AU, berdampingan dengan pesawat tempur ringan T-50 buatan Korea Selatan dan jet Rafale asal Prancis.
Dari segi kemampuan, KF-21 diyakini akan menjadi pesawat tempur paling canggih yang pernah dimiliki Indonesia.
Dengan teknologi siluman (stealth), daya dorong tinggi, ketahanan terbang mumpuni, serta sistem persenjataan modern, KF-21 bahkan dinilai berada satu tingkat di atas Rafale dalam hal kapabilitas tempur.
Baca Juga: Pakaian PDL TNI AD Baru untuk Sambut HUT TNI ke 80, Si Hijau Berubah Jadi Apa?
Meski demikian, Indonesia juga masih mempertimbangkan opsi pengadaan pesawat dari Rusia.
Sebelumnya, Indonesia meneken kontrak untuk 11 unit Su-35, namun proyek itu tertunda akibat tekanan sanksi Barat.
Tak hanya itu, Indonesia juga dikabarkan tertarik pada Su-57, jet tempur siluman generasi kelima Rusia.
Meski peluangnya belum pasti, langkah pemerintah sejak 2022 untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional dari ancaman sanksi Barat memunculkan spekulasi bahwa opsi pembelian jet non-standar NATO bisa kembali dibuka.
Baca Juga: HUT TNI ke 80, Kodiklatal Bagi-Bagi Sembako untuk Ojol dan Warga Sekitar
Tantangan terbesar KF-21 dan Rafale adalah jangkauan tempur yang relatif terbatas serta radar berukuran kecil.
Hal ini membuat keduanya kurang ideal untuk mengamankan wilayah udara luas seperti Indonesia.
Sebaliknya, jet tempur besar Rusia seperti Su-35 dan Su-57 dinilai lebih cocok, karena mampu menjangkau area pertahanan yang lebih besar dengan radar dan jangkauan tempur superior.
Namun demikian, langkah Indonesia dalam melanjutkan komitmen pengadaan KF-21 menjadi sinyal jelas bahwa Jakarta ingin tetap menjaga keseimbangan strategi pertahanan.
Baca Juga: Kapan Lihat Parade Alutsista Peringati HUT TNI ke 80 di Monas, Ini Jadwalnya
Dengan mengombinasikan jet tempur modern dari Korea Selatan dan Prancis, serta membuka kemungkinan akuisisi teknologi Rusia, TNI AU berupaya membangun kekuatan udara adaptif, modern, dan berdaya saing global.
Uji terbang terbaru KF-21 oleh pilot TNI AU bukan hanya menunjukkan keterlibatan aktif Indonesia dalam fase pengembangan, tetapi juga simbol keseriusan pemerintah dalam memperkuat pertahanan nasional.
Jika 48 unit KF-21 terealisasi, Indonesia akan memiliki armada tempur masa depan yang bisa mengubah peta kekuatan udara kawasan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”






