Prabowo 'Menantang' Kritik: Minta Kumpulkan Video Hinaan Makan Bergizi Gratis untuk 'Teman Tidur'

AKURAT BANTEN-Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang unik dan tak biasa.
Di tengah riuh rendah pro-kontra program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG),
Prabowo justru memberikan instruksi mengejutkan: ia meminta ajudannya mengumpulkan semua video berisi hinaan dan kritik pedas terhadap program tersebut.
Bukan untuk memenjarakan pengkritik, Prabowo mengaku ingin menonton video-video tersebut setiap malam. Mengapa?
"Nutrisi" Mental Sang Presiden
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa ia tidak anti-kritik. Sebaliknya, ia menjadikan nyinyiran netizen dan pengamat sebagai bahan bakar semangat.
"Saya minta dikumpulkan video-video yang menghina program Makan Bergizi Gratis. Saya mau tonton itu setiap malam sebelum tidur," ujar Prabowo.
Langkah ini dinilai sebagai pesan simbolis bahwa pemerintahannya sedang memantau detail pelaksanaan di lapangan, termasuk suara sumbang yang meragukan efektivitas anggaran dan distribusi makanan bagi anak-anak sekolah.
Baca Juga: Anak Menkeu Pasang Badan! Yudo Sadewa Skakmat Tudingan Noel: Ayah Udah Kaya, Ngapain Korupsi?
Mengapa Program MBG Terus Diserang?
Meskipun bertujuan mulia untuk memangkas angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045, program ini memang menghadapi tantangan besar:
Logistik & Distribusi: Bagaimana menjangkau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Kualitas Menu: Kekhawatiran akan standar gizi yang tidak merata.
Beban Anggaran: Kritik mengenai efisiensi penggunaan APBN yang fantastis.
Gaya "Stoik" ala Prabowo
Instruksi Prabowo ini memperlihatkan sisi lain dari sang Jenderal. Alih-alih merespons dengan laporan polisi (UU ITE), ia memilih menjadikannya bahan evaluasi diri.
Ini adalah strategi komunikasi politik yang cerdas untuk meredam tensi publik.
Dengan "menonton" hinaan tersebut, Prabowo seolah ingin membuktikan bahwa hasil nyata di lapangan nantinya akan menjadi jawaban terbaik bagi para peragu (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










