Banten

Ternyata Bukan Batu Meteor Jatuh di Ceribon? Polisi Sampai Turun Tangan Lakukan Hal Ini

Andi Syafriadi | 7 Oktober 2025, 13:03 WIB
Ternyata Bukan Batu Meteor Jatuh di Ceribon? Polisi Sampai Turun Tangan Lakukan Hal Ini

AKURAT BANTEN — Fenomena bola api terang dan dentuman keras yang melintasi langit Cirebon pada Minggu malam (5 Oktober 2025) memantik reaksi cepat dari kepolisian setempat.

Polresta Cirebon menerjunkan petugas ke lapangan dalam rangka menyelidiki dugaan meteor jatuh di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Kepala Polresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menyampaikan bahwa pihaknya segera merespon laporan warga dan unggahan media sosial mengenai kemunculan cahaya dan suara keras itu.

Pengecekan dilakukan di titik-titik yang disebut publik, mulai dari kawasan Ciperna hingga Cirebon timur.

Baca Juga: Bola Api Terbang di Langit Cirebon, BRIN Sebut Meteor Besar Bikin Geger

Petugas juga memeriksa arteri jalan dan jalur tol, serta berkoordinasi dengan kepala desa setempat. 

Sampai saat ini, belum ditemukan bukti atau sisa material asing yang bisa dikaitkan langsung sebagai meteor jatuh.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan data atau informasi yang menunjukkan adanya meteor jatuh,” terang Sumarni.

Pemeriksaan bersama BPBD juga belum menemukan kerusakan, kebakaran kecil, atau jejak benturan di permukaan.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Siapkan Rp19 Miliar untuk Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Dongkrak Produksi Padi

Sementara itu, BMKG Stasiun Kertajati turut mengumpulkan data terkait dentuman dan cahaya terang.

Menurut Kepala Tim Data dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, suara dentuman bisa disebabkan oleh sejumlah fenomena alam seperti petir, gempa, atau longsor.

Namun data cuaca menunjukkan kondisi cerah berawan tanpa awan konvektif yang kuat saat kejadian.

BRIN, melalui astronom Thomas Djamaluddin, menyebut bahwa gejala yang terlihat cahaya terang plus dentuman konsisten dengan meteor besar yang memasuki atmosfer.

Baca Juga: Tambang Longsor di Cirebon Makan Korban, Pemilik dan Kepala Teknik Resmi Jadi Tersangka

Djamaluddin memperkirakan meteor itu jatuh ke Laut Jawa, setelah melintas dari barat daya melewati Cirebon dan Kuningan.

Menurutnya, suara keras itu berasal dari gelombang kejut meteor saat memasuki lapisan atmosfer yang lebih rendah.

Investigasi menghadapi beberapa tantangan: wilayah jatuh meteor yang diasumsikan berada di laut, ketidakmampuan tim cepat menjangkau laut lepas, dan minimnya laporan masyarakat terkait dampak di permukaan.

Pengumpulan data citra satelit dan koordinasi antar lembaga menjadi sangat penting dalam tahap ini.

Baca Juga: Terbaru! Begini Pengakuan Saksi Sebelum Longsor di Tambang Gunung Kuda yang Tewaskan 6 Orang di Cirebon

Polresta Cirebon juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi dan bersabar menunggu hasil resmi.

Kesalahan informasi bisa menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman publik. 

Informasi dari lembaga resmi seperti BRIN, BMKG, dan kepolisian menjadi acuan penting agar masyarakat tidak terprovokasi oleh rumor.

Warga Banten yang tinggal di pesisir sebaiknya mengetahui prosedur keselamatan apabila melihat fenomena serupa: tidak mendekat ke lokasi yang dicurigai, mengunggah dokumentasi untuk penelitian ilmiah, dan menunggu klarifikasi resmi.

Baca Juga: KPK Geledah Rumah Satori di Cirebon, Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR BI

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.