Banten

Terungkap Kapal Gamsunoro Tanpa Kru WNI, Pertamina Bongkar Fakta Sebenarnya

Aullia Rachma Puteri | 21 April 2026, 10:51 WIB
Terungkap Kapal Gamsunoro Tanpa Kru WNI, Pertamina Bongkar Fakta Sebenarnya
TERUNGKAP KAPAL GAMSUNORO YANG DITUMPANGI WNA

AKURAT BANTEN - Isu mengenai kapal tanker Gamsunoro yang disebut tidak memiliki awak berkewarganegaraan Indonesia sempat menjadi perhatian publik.

Informasi ini mencuat setelah beredar video yang menampilkan pengakuan kru kapal bahwa seluruh awak berasal dari luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina melalui anak usahanya memberikan penjelasan resmi.

Mereka menyatakan bahwa kapal tersebut sedang berada dalam status sewa oleh pihak asing untuk menjalankan operasi di rute internasional.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan

Dalam skema penyewaan seperti ini, pihak penyewa memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kru kapal, termasuk asal negara para awaknya.

Hal tersebut merupakan praktik umum dalam industri pelayaran global dan dilakukan sesuai aturan yang berlaku secara internasional.

Karena berada di bawah kendali pihak penyewa, komposisi awak kapal Gamsunoro tidak melibatkan tenaga kerja Indonesia.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa kondisi tersebut hanya berlaku pada kasus tertentu dan tidak mencerminkan keseluruhan operasional armada mereka.

Baca Juga: Terjebak di 'Mulut Naga': Alasan Tak Terduga Iran Belum Lepas 2 Kapal Raksasa Pertamina

Secara umum, mayoritas awak kapal yang bekerja di bawah naungan Pertamina tetap berasal dari Indonesia.

Perusahaan menyebut bahwa sebagian besar pelaut yang terlibat dalam operasionalnya adalah tenaga kerja lokal yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar internasional.

Pertamina juga menekankan bahwa penggunaan kru asing bukanlah pelanggaran, melainkan bagian dari kebutuhan operasional dalam bisnis global.

Pemilihan awak kapal biasanya mempertimbangkan keahlian, pengalaman, serta kebutuhan rute pelayaran yang dilayani.

Baca Juga: Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz, Kapal Pertamina Masih Tertahan?

Selain itu, skema penyewaan kapal kepada pihak lain dinilai sebagai strategi bisnis yang wajar.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memaksimalkan pemanfaatan aset perusahaan di pasar internasional.

Meski penjelasan telah diberikan, isu ini tetap menjadi sorotan karena menyangkut penggunaan tenaga kerja nasional.

Beberapa pihak menilai pentingnya transparansi agar masyarakat memahami konteks operasional yang sebenarnya.

Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan, DPR Minta Prabowo Turun Tangan Langsung Temui Iran

Di sisi lain, langkah ekspansi ke pasar global juga dinilai sebagai upaya untuk memperkuat posisi Indonesia di industri maritim dunia.

Dengan terlibat dalam jaringan pelayaran internasional, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Kasus ini menunjukkan bahwa perbedaan persepsi dapat muncul ketika praktik bisnis global tidak dipahami secara menyeluruh.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat persoalan ini secara lebih utuh dan tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan, DPR Minta Prabowo Turun Tangan Langsung Temui Iran

Ke depan, Pertamina memastikan akan tetap mengutamakan tenaga kerja Indonesia dalam operasionalnya, sembari tetap mengikuti standar dan kebutuhan industri pelayaran internasional yang terus berkembang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.