Banten

Nama Najelaa Shihab Ikut Terseret Isu Chromebook, Publik Soroti Pertemuan dengan Nadiem dan Google

Andi Syafriadi | 8 Januari 2026, 11:57 WIB
Nama Najelaa Shihab Ikut Terseret Isu Chromebook, Publik Soroti Pertemuan dengan Nadiem dan Google

AKURAT BANTEN - Polemik pengadaan laptop Chromebook kembali menjadi perhatian publik.

Kali ini, nama Najelaa Shihab, pendiri Sekolah Cikal dan tokoh pendidikan nasional, ikut disorot setelah muncul informasi adanya pembahasan anggaran Chromebook yang melibatkan dirinya bersama pihak Google dan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Isu tersebut mencuat dalam proses hukum yang tengah berjalan terkait pengadaan perangkat teknologi pendidikan.

Dalam persidangan, terungkap adanya pertemuan dan komunikasi yang membahas program digitalisasi pendidikan, termasuk penggunaan Chromebook sebagai perangkat utama di sekolah-sekolah.

Baca Juga: Sidang Perdana Nadiem Makarim Disorot Karangan Bunga, Dukungan Publik Mengiringi Dakwaan Korupsi Digitalisasi Pendidikan

Disebutkan bahwa dalam salah satu pertemuan, Najelaa Shihab sempat menanyakan besaran anggaran Chromebook.

Informasi ini kemudian memicu spekulasi publik terkait perannya dalam proyek yang kini menjadi sorotan karena dugaan penyimpangan anggaran negara.

Namun, keterlibatan Najelaa tidak serta-merta diartikan sebagai bagian dari pengambil kebijakan.

Ia dikenal aktif dalam diskusi kebijakan pendidikan dan sering terlibat dalam forum-forum yang membahas arah transformasi pendidikan nasional.

Baca Juga: Nadiem Buka Kisah Hidup dan Alasan Terjun ke Pemerintahan

Peran tersebut lebih bersifat konseptual dan diskursif, bukan teknis pengadaan.

Kasus Chromebook sendiri menjadi perhatian luas karena nilainya yang sangat besar dan dampaknya terhadap dunia pendidikan.

Program ini awalnya dirancang untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran, terutama setelah pandemi.

Namun, dalam pelaksanaannya muncul kritik terkait kesiapan infrastruktur serta efektivitas penggunaan perangkat di sejumlah daerah.

Baca Juga: Skandal Besar Pengadaan Laptop Chromebook, Nadiem Makarim Diduga Raup Untung Rp809 Miliar

Pengadaan Chromebook dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi lapangan, seperti keterbatasan jaringan internet di wilayah terpencil.

Hal inilah yang kemudian memicu pertanyaan publik tentang perencanaan, anggaran, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan.

Munculnya nama Najelaa Shihab dalam pusaran isu ini turut memperluas diskusi publik.

Banyak pihak menilai bahwa kasus ini harus dilihat secara utuh dan objektif, agar tidak terjadi penarikan kesimpulan prematur terhadap individu yang disebut dalam proses persidangan.

Baca Juga: Kejagung Akui Nadiem Makarim Jalani Operasi, Status Tersangka Kasus Laptop Tetap Berjalan

Pengamat menilai pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini, mengingat sektor pendidikan menyangkut kepentingan jangka panjang bangsa.

Proses hukum diharapkan mampu mengungkap fakta secara menyeluruh, termasuk bagaimana kebijakan digitalisasi pendidikan dirancang dan dijalankan.

Hingga kini, penyelidikan terus berjalan dan publik masih menanti kejelasan terkait peran masing-masing pihak.

Kasus Chromebook tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga refleksi penting bagi perbaikan tata kelola anggaran dan kebijakan pendidikan ke depan.

Baca Juga: Kasus Korupsi Nadiem Makarim Bukan Soal Uang, KPK Sebut Hal Kecil Ini Buat Bos Gojek Jadi Tersangka

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.