Banten

Dunia Heboh Letusan Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Media Asing Soroti Kronologinya

Aullia Rachma Puteri | 10 Mei 2026, 05:33 WIB
Dunia Heboh Letusan Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Media Asing Soroti Kronologinya
GUNUNG DUKONO DAN 3 PENDAKI MENINGGAL DUNIA BIKIN HEBOH DUNIA

AKURAT BANTEN - Tragedi letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, menarik perhatian media internasional setelah menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia.

Insiden yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 itu ramai diberitakan berbagai media asing karena dianggap sebagai salah satu kecelakaan pendakian paling serius tahun ini di Indonesia.

Gunung Dukono diketahui mengalami erupsi saat sejumlah pendaki masih berada di area pegunungan.

Abu vulkanik pekat dilaporkan membumbung tinggi ke udara dan membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.

Baca Juga: Media Luar Soroti Fakta Mencekam Pendaki Nekat di Letusan Gunung Dukono

Dari total rombongan yang berada di lokasi, sebagian besar berhasil diselamatkan, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat terdampak letusan.

Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan media luar negeri seperti Associated Press hingga media Asia lainnya.

Mereka menyoroti aktivitas pendakian yang tetap berlangsung meski kawasan sekitar kawah aktif telah masuk zona berbahaya.

Pemerintah sebelumnya juga sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati radius tertentu dari kawah Gunung Dukono.

Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono Kembali Meningkat, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer Warga Diminta Waspada

Informasi yang beredar menyebutkan letusan terjadi pada pagi hari dengan semburan abu vulkanik mencapai beberapa kilometer.

Kondisi di lokasi sempat membuat tim penyelamat kesulitan melakukan pencarian karena aktivitas gunung masih sangat aktif dan berisiko terjadi erupsi susulan.

Korban meninggal dilaporkan terdiri dari dua wisatawan asing dan satu warga Indonesia.

Selain korban jiwa, beberapa pendaki lainnya mengalami gangguan pernapasan dan luka akibat paparan abu vulkanik.

Baca Juga: Pabrik Plastik di Gunung Putri Bogor Dilahap Api, Atap dan Bagunan Hangus Terbakar, Damkar Kewalahan Menunggu Bantuan Sektor Terdekat

Mereka kemudian dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa Gunung Dukono memang termasuk gunung api aktif yang terus mengalami aktivitas vulkanik dalam beberapa tahun terakhir.

Status waspada juga telah diberlakukan cukup lama sehingga masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius berbahaya.

Media internasional turut menyoroti tingginya minat wisatawan terhadap wisata ekstrem di kawasan gunung api aktif Indonesia.

Baca Juga: Aksi Nekat Pengemudi Lawan Arus di Gunung Sahari Terungkap Polisi, Temukan Senjata Tajam dan Pelat Ganda

Fenomena tersebut dinilai meningkatkan risiko keselamatan apabila pengunjung mengabaikan aturan dan rekomendasi dari petugas.

Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

Aktivitas erupsi terjadi hampir setiap tahun dan menghasilkan kolom abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun penerbangan di sekitar wilayah Maluku Utara.

Hingga saat ini, aparat dan petugas vulkanologi masih terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono.

Baca Juga: Yogyakarta Terkepung Banjir: Gunungkidul dan Bantul Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem 28 Desember 2025

Warga di sekitar kawasan gunung juga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan abu serta kemungkinan erupsi lanjutan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.