Dunia Heboh Letusan Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Media Asing Soroti Kronologinya

AKURAT BANTEN - Tragedi letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, menarik perhatian media internasional setelah menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia.
Insiden yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 itu ramai diberitakan berbagai media asing karena dianggap sebagai salah satu kecelakaan pendakian paling serius tahun ini di Indonesia.
Gunung Dukono diketahui mengalami erupsi saat sejumlah pendaki masih berada di area pegunungan.
Abu vulkanik pekat dilaporkan membumbung tinggi ke udara dan membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.
Baca Juga: Media Luar Soroti Fakta Mencekam Pendaki Nekat di Letusan Gunung Dukono
Dari total rombongan yang berada di lokasi, sebagian besar berhasil diselamatkan, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat terdampak letusan.
Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan media luar negeri seperti Associated Press hingga media Asia lainnya.
Mereka menyoroti aktivitas pendakian yang tetap berlangsung meski kawasan sekitar kawah aktif telah masuk zona berbahaya.
Pemerintah sebelumnya juga sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati radius tertentu dari kawah Gunung Dukono.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono Kembali Meningkat, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer Warga Diminta Waspada
Informasi yang beredar menyebutkan letusan terjadi pada pagi hari dengan semburan abu vulkanik mencapai beberapa kilometer.
Kondisi di lokasi sempat membuat tim penyelamat kesulitan melakukan pencarian karena aktivitas gunung masih sangat aktif dan berisiko terjadi erupsi susulan.
Korban meninggal dilaporkan terdiri dari dua wisatawan asing dan satu warga Indonesia.
Selain korban jiwa, beberapa pendaki lainnya mengalami gangguan pernapasan dan luka akibat paparan abu vulkanik.
Mereka kemudian dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa Gunung Dukono memang termasuk gunung api aktif yang terus mengalami aktivitas vulkanik dalam beberapa tahun terakhir.
Status waspada juga telah diberlakukan cukup lama sehingga masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius berbahaya.
Media internasional turut menyoroti tingginya minat wisatawan terhadap wisata ekstrem di kawasan gunung api aktif Indonesia.
Fenomena tersebut dinilai meningkatkan risiko keselamatan apabila pengunjung mengabaikan aturan dan rekomendasi dari petugas.
Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Aktivitas erupsi terjadi hampir setiap tahun dan menghasilkan kolom abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun penerbangan di sekitar wilayah Maluku Utara.
Hingga saat ini, aparat dan petugas vulkanologi masih terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono.
Baca Juga: Yogyakarta Terkepung Banjir: Gunungkidul dan Bantul Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem 28 Desember 2025
Warga di sekitar kawasan gunung juga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan abu serta kemungkinan erupsi lanjutan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan








