Banten

Siapa Ibam? Konsultan Proyek Chromebook Nadiem yang Pernah Tolak Tawaran Mark Zuckerberg Demi Pendidikan Indonesia

Aullia Rachma Puteri | 14 Mei 2026, 20:22 WIB
Siapa Ibam? Konsultan Proyek Chromebook Nadiem yang Pernah Tolak Tawaran Mark Zuckerberg Demi Pendidikan Indonesia
sosok ibam yang tolak tawaran Mark Zuckerberg

AKURAT BANTEN - Nama Ibam belakangan ikut menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan proyek pengadaan Chromebook di era kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sosok yang dikenal sebagai konsultan teknologi pendidikan itu ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul berbagai narasi dukungan terhadap dirinya dan Nadiem.

Ibam disebut sebagai salah satu figur muda yang memiliki latar belakang kuat di bidang teknologi dan pendidikan digital.

Dalam sejumlah unggahan yang viral di media sosial, ia bahkan disebut pernah menolak tawaran kerja dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, demi fokus membantu pengembangan pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Viral Dukungan untuk Nadiem Makarim, 'Kriminalisasi Orang Muda Bikin Indonesia Tidak Aman'

Meski belum banyak informasi resmi yang dipublikasikan mengenai perjalanan kariernya, Ibam dikenal aktif dalam pengembangan ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

Ia disebut terlibat dalam sejumlah program transformasi digital pendidikan, termasuk proyek penggunaan Chromebook yang sempat dijalankan Kemendikbudristek.

Narasi mengenai penolakan tawaran kerja dari perusahaan teknologi global membuat nama Ibam semakin menarik perhatian publik.

Banyak warganet menilai keputusan tersebut menunjukkan idealisme anak muda Indonesia yang ingin berkontribusi langsung bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun, Kuasa Hukum Bongkar Kejanggalan Dakwaan Jaksa

“Rela menolak tawaran kerja Mark Zuckerberg demi memajukan pendidikan Indonesia,” demikian narasi yang ramai beredar di media sosial mengenai sosok Ibam.

Di tengah ramainya pembahasan tersebut, nama Ibam juga ikut terseret dalam polemik kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang saat ini menyeret mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Kasus itu berkaitan dengan proyek pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk kebutuhan pendidikan pada periode 2020–2022.

Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara serta denda dan uang pengganti bernilai triliunan rupiah.

Baca Juga: GEGER! Seret Nama Jokowi, Nadiem Makarim Ungkap Rahasia TIM BAYANGAN: Benarkah Hanya 'Tameng' di Kasus Laptop Rp2,1 T?

Munculnya nama Ibam dalam perbincangan publik membuat banyak pihak penasaran dengan perannya dalam proyek digitalisasi pendidikan tersebut.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait keterlibatan langsung dirinya dalam proses hukum yang berjalan.

Di media sosial, dukungan terhadap Ibam terus bermunculan.

Banyak pengguna internet menilai sosoknya merepresentasikan generasi muda yang memiliki kemampuan global tetapi memilih pulang dan berkontribusi untuk Indonesia.

Baca Juga: Nama Najelaa Shihab Ikut Terseret Isu Chromebook, Publik Soroti Pertemuan dengan Nadiem dan Google

Sebagian warganet bahkan menilai polemik yang terjadi dapat memengaruhi minat anak muda untuk terlibat dalam pemerintahan atau proyek pembangunan nasional.

Narasi tersebut semakin menguat setelah muncul berbagai video dan unggahan yang menyebut kriminalisasi terhadap tokoh muda dapat menciptakan ketakutan bagi generasi penerus bangsa.

Sementara itu, proses persidangan kasus Chromebook masih terus berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Tim kuasa hukum Nadiem sebelumnya menilai tuntutan jaksa tidak sesuai fakta persidangan dan menyebut tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya tindakan korupsi sebagaimana dakwaan yang diajukan.

Baca Juga: Kasus Korupsi Nadiem Makarim Bukan Soal Uang, KPK Sebut Hal Kecil Ini Buat Bos Gojek Jadi Tersangka

Perhatian publik terhadap sosok Ibam menunjukkan bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut persoalan hukum, tetapi juga memunculkan diskusi lebih luas tentang peran generasi muda, inovasi teknologi, dan masa depan pendidikan digital di Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.