Geger! Bonatua Silalahi Rilis Buku 'Ijazah Jokowi Tidak Ada', Bongkar Hasil Penelusuran di Pasar Pramuka?

AKURAT BANTEN– Isu mengenai keabsahan ijazah Mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali memanas.
Kali ini, pengamat kebijakan publik sekaligus peneliti independen, Bonatua Silalahi, meluncurkan sebuah buku yang cukup menggemparkan publik dengan judul yang sangat berani: "Ijazah Jokowi Tidak Ada!".
Buku ini bukan sekadar tulisan opini, melainkan diklaim sebagai hasil perjalanan panjang Bonatua dalam menelusuri jejak dokumen pendidikan sang mantan presiden.
Lantas, apa saja temuan mengejutkan di dalamnya?
Hipotesis Berani: Dari Pasar Pramuka hingga Stempel Janggal
Dalam keterangannya, Bonatua menceritakan bahwa perjalanannya meneliti ijazah ini bermula dari rasa penasarannya terhadap modus pembuatan ijazah palsu.
Ia bahkan sempat mendatangi Pasar Pramuka di Salemba, Jakarta Pusat—lokasi yang selama ini dikenal sebagai "titik panas" jasa pembuatan dokumen ilegal.
"Saya mempelajari modus-modus mereka. Dari hasil penelusuran, saya menyimpulkan hipotesis bahwa ijazah Jokowi memang tidak ada," ujar Bonatua dalam sebuah diskusi.
Salah satu poin tajam yang ia soroti dalam bukunya adalah mengenai stempel legalisir.
Bonatua mengklaim menemukan keganjilan pada stempel tersebut, salah satunya adalah ketiadaan tanggal yang seharusnya menjadi standar formal sebuah dokumen negara.
Gugatan ke PTUN dan Tantangan Hadiah
Tak hanya lewat buku, keseriusan Bonatua juga dibuktikan dengan langkah hukum.
Ia diketahui sempat melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait dokumen ijazah ini.
Meski belakangan majelis hakim menyatakan PTUN tidak berwenang mengadili perkara tersebut karena dinilai masuk ranah pemilu.
Menariknya, Bonatua tampak sangat percaya diri dengan isi bukunya.
Dalam beberapa kesempatan promosi di media sosial, muncul narasi bahwa ia siap memberikan hadiah bagi siapa saja yang mampu menemukan kesalahan dalam data yang ia sajikan di buku tersebut.
Baca Juga: Real Madrid Mulai Bergerak! Florentino Perez Siap Bajak Haaland dari Manchester City
Fakta vs Polemik: Salinan Ijazah dari KPU
Di sisi lain, publik juga diingatkan pada fakta bahwa pada awal Februari 2026, Bonatua sebenarnya telah menerima salinan resmi ijazah Jokowi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanpa sensor.
Dokumen tersebut adalah yang digunakan Jokowi saat mendaftar pada Pilpres 2014 dan 2019.
Meski salinan sudah di tangan, Bonatua tetap bersikeras dengan temuannya mengenai perbedaan warna, tanggal penerbitan, hingga detail autentikasi yang menurutnya tidak sinkron dengan arsip resmi.
Polemik ijazah ini bukan sekadar masalah pribadi seorang tokoh, melainkan menyangkut transparansi publik dan integritas dokumen negara.
Buku karya Bonatua Silalahi ini kini menjadi pusat diskusi hangat di kalangan akademisi hingga praktisi hukum.
Apakah ini murni hasil riset objektif ataukah ada motif politik di baliknya?
Hingga saat ini, pihak istana dan otoritas terkait secara konsisten menegaskan bahwa ijazah Presiden Jokowi adalah asli dan sah menurut hukum.(**)'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang
- 10Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan








