Bahasa Prancis Mau Masuk Semua Sekolah? Instruksi Prabowo Picu Kritik dan Dinilai Bukan Prioritas

AKURAT BANTEN - Rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin bahasa Prancis dipelajari di seluruh sekolah Indonesia mulai menuai perdebatan publik.
Kebijakan tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak di tengah masih banyaknya persoalan pendidikan nasional yang belum terselesaikan.
Wacana itu muncul setelah Prabowo menyampaikan keinginan memperluas pembelajaran bahasa Prancis dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.
Pemerintah menilai penguasaan bahasa asing penting untuk menghadapi persaingan global dan memperkuat hubungan internasional.
Baca Juga: Bikin Ngakak Sapi Kurban Titiek Soeharto Mendadak Tak Mau Dekat Sapi Prabowo di Solo
Namun sejumlah kalangan mempertanyakan urgensi kebijakan tersebut.
Banyak pihak menilai fokus pemerintah seharusnya lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, pemerataan fasilitas sekolah, hingga kesejahteraan guru yang masih menjadi persoalan di berbagai daerah.
Di media sosial, tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan kesiapan sekolah apabila bahasa Prancis benar-benar diwajibkan.
Mulai dari ketersediaan tenaga pengajar, kurikulum tambahan, hingga kemampuan sekolah di daerah terpencil menjadi sorotan utama.
Sebagian warganet menilai kebijakan itu terkesan terlalu ambisius.
Pasalnya, penguasaan bahasa Inggris saja masih belum merata di kalangan pelajar Indonesia.
Karena itu, penambahan bahasa asing baru dikhawatirkan justru membebani siswa maupun tenaga pendidik.
Pengamat pendidikan juga mengingatkan bahwa penerapan mata pelajaran baru membutuhkan perencanaan matang.
Pemerintah dinilai harus memastikan kesiapan sumber daya manusia sebelum membuat kebijakan berskala nasional.
Selain soal kesiapan guru, persoalan fasilitas pendidikan juga menjadi perhatian.
Hingga kini masih banyak sekolah di daerah yang mengalami keterbatasan ruang kelas, akses internet, hingga kekurangan tenaga pengajar.
Kondisi tersebut dianggap lebih mendesak untuk dibenahi dibanding menambah bahasa asing baru.
Baca Juga: Ekspor Indonesia Bakal Berubah Total? Rencana Prabowo Ini Tuai Pro dan Kontra
Meski demikian, ada pula pihak yang mendukung gagasan tersebut.
Mereka menilai penguasaan bahasa Prancis dapat membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia dalam bidang pendidikan internasional, diplomasi, hingga kerja sama ekonomi global.
Prancis sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan pengaruh besar di bidang budaya, pendidikan, dan teknologi.
Karena itu, kemampuan berbahasa Prancis dinilai bisa menjadi nilai tambah bagi generasi muda Indonesia di masa depan.
Baca Juga: Heboh Rencana Prabowo Pusatkan Ekspor Komoditas, Pengusaha Takut Pasar Lama Hilang
Hingga kini pemerintah belum menjelaskan detail teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.
Belum diketahui apakah bahasa Prancis nantinya akan menjadi mata pelajaran wajib atau hanya tambahan pilihan di sekolah tertentu.
Perdebatan mengenai wacana ini diperkirakan masih akan terus berkembang.
Di satu sisi, pemerintah ingin meningkatkan daya saing global pelajar Indonesia.
Baca Juga: Bayang-Bayang Krisis 1998 Muncul Lagi? Rupiah Terpukul di Tengah Optimisme Prabowo
Namun di sisi lain, masyarakat berharap persoalan mendasar dunia pendidikan tetap menjadi prioritas utama sebelum menambah kebijakan baru di sekolah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang
- 10Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan








