Banten

Sapi Kurban Prabowo Beli Pakai APBN dan Menkeu Tidak Tahu, Publik Pertanyakan Transparansi Penggunaan Uang Negara

Aullia Rachma Puteri | 29 Mei 2026, 08:11 WIB
Sapi Kurban Prabowo Beli Pakai APBN dan Menkeu Tidak Tahu, Publik Pertanyakan Transparansi Penggunaan Uang Negara
SAPI KURBAN BUAT GUNTUR PERTANYAKAN TRANSPARANSI APBN

AKURAT BANTEN - Polemik terkait bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto terus menuai sorotan.

Kali ini kritik datang dari sejumlah pihak yang mempertanyakan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pengadaan ribuan sapi kurban yang dibagikan menjelang Iduladha.

Perdebatan makin memanas setelah muncul pernyataan bahwa Menteri Keuangan disebut tidak mengetahui detail penggunaan anggaran tersebut.

Kondisi itu langsung memicu pertanyaan publik mengenai mekanisme pengawasan keuangan negara dalam program bantuan Presiden.

Baca Juga: Prabowo Memang Beda, Ternyata Tidak Semua Presiden Pakai APBN untuk Kurban, Ini Fakta yang Jarang Diketahui

Sejumlah kalangan menilai situasi tersebut tidak wajar.

Pasalnya, penggunaan dana negara dalam jumlah besar semestinya berada dalam pengawasan ketat pemerintah, terutama Kementerian Keuangan sebagai pihak yang mengatur arus anggaran negara.

Sorotan publik muncul setelah beredar informasi bahwa pengadaan lebih dari seribu ekor sapi kurban diduga menggunakan dana APBN dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.

Program itu disebut sebagai bantuan kemasyarakatan pemerintah untuk masyarakat di berbagai daerah.

Baca Juga: Purbaya Bingung Sapi Kurban Prabowo Rp100 Miliar Ternyata Pakai Dana APBN, Sang Menkeu Ternyata Tidak Tahu Hal Itu

Namun kritik bermunculan karena bantuan tersebut dinilai lebih menonjolkan citra personal Presiden dibanding program institusi negara.

Apalagi distribusi sapi kurban dilakukan dengan identitas Presiden yang terlihat jelas di sejumlah lokasi penyaluran.

Sebagian pihak menilai penggunaan anggaran negara untuk kegiatan bernuansa ibadah seharusnya dijelaskan secara terbuka.

Mereka mempertanyakan apakah penggunaan APBN dalam program tersebut sudah sesuai prioritas di tengah kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang masih banyak belum terpenuhi.

Baca Juga: Tuai Polemik, MUI Buka Suara soal Kurban Presiden Prabowo dari APBN, Sah atau Tidak?

Selain itu, muncul pula kritik soal transparansi pengadaan.

Hingga kini pemerintah dinilai belum memberikan rincian detail mengenai sumber anggaran, mekanisme pembelian sapi, hingga proses distribusi ke daerah-daerah penerima bantuan.

Pengamat politik menilai polemik ini seharusnya bisa dihindari apabila pemerintah sejak awal terbuka kepada publik.

Keterbukaan dianggap penting agar bantuan sosial pemerintah tidak menimbulkan persepsi sebagai alat pencitraan politik.

Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan Kucurkan Dana APBN untuk Renovasi Pesantren, Santri Bakal Dapat Pelatihan Bangunan

Di media sosial, perdebatan mengenai sapi kurban Presiden juga terus ramai.

Sebagian masyarakat mendukung program bantuan tersebut karena dianggap membantu warga menjelang Iduladha.

Namun tidak sedikit pula yang menilai penggunaan uang negara untuk kegiatan semacam itu perlu diawasi secara ketat.

Kritik juga muncul terkait prioritas penggunaan APBN.

Baca Juga: GEGARA APBN! Atalia Praratya Diserbu Santri di Rumah Pribadi: Tuntut Pemecatan karena Dinilai 'MELUKAI' Hati Korban Bencana!

Banyak warga mempertanyakan apakah anggaran besar untuk pengadaan sapi kurban sudah tepat di tengah berbagai persoalan lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.

Sementara itu, pihak Istana sebelumnya menyebut bantuan sapi kurban Presiden merupakan program kemasyarakatan yang rutin dilakukan setiap tahun.

Pemerintah menilai bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam momentum hari besar keagamaan.

Meski demikian, penjelasan itu belum sepenuhnya meredakan polemik.

Baca Juga: Menkeu Purbaya 'Semprot' Proyek Luhut: Family Office Tidak Dijatah APBN, Menkeu: Bangun Saja Sendiri!

Publik kini menunggu keterbukaan pemerintah terkait detail penggunaan anggaran agar tidak menimbulkan spekulasi lebih luas di tengah masyarakat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.