Banten

Tiyo Ardianto Kritik Prabowo, Waketum Golkar Idrus Marham Malah Ikut Terseret, Ada Apa?

Aullia Rachma Puteri | 16 Juni 2026, 00:45 WIB
Tiyo Ardianto Kritik Prabowo, Waketum Golkar Idrus Marham Malah Ikut Terseret, Ada Apa?
waketum golkar kritik tiyo ardianto

AKURAT BANTEN – Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, terkait kritik yang dilontarkan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kepada Presiden Prabowo Subianto memicu perbincangan luas di media sosial.

Idrus menilai setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah.

Namun, menurutnya, kebebasan tersebut tetap perlu disertai dengan etika dan tanggung jawab dalam penyampaiannya.

Dalam pandangannya, kritik yang ditujukan kepada kepala negara seharusnya mengedepankan argumentasi yang kuat serta disampaikan dengan cara yang santun.

Baca Juga: Bahas Ketua BEM KM UGM Tiyo Ardianto, Refly Harun Singgung Ijazah Jokowi, 'Ini BEM UGM yang Beneran'

Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya berbicara soal kebebasan berekspresi, tetapi juga menghormati norma dan nilai yang berlaku dalam kehidupan berbangsa.

Menurut Idrus, penggunaan bahasa yang terlalu keras berpotensi menggeser substansi kritik itu sendiri.

Ia menilai masyarakat akan lebih mudah menerima kritik apabila disampaikan secara terukur dan fokus pada persoalan yang ingin dikoreksi.

Politikus senior Golkar itu juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Baca Juga: Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Mengaku Diintai, Temukan GPS Tracker di Mobil Usai Demo Gejayan: Semakin diteror semakin gacor!

Karena itu, ia berharap kritik yang berkembang di ruang publik dapat menjadi sarana pertukaran gagasan dan solusi, bukan sekadar saling menyerang secara personal.

Idrus turut menyampaikan bahwa berdasarkan pengalamannya, Prabowo merupakan sosok yang terbuka terhadap masukan dan kritik.

Namun, ia menekankan bahwa kritik yang membangun tentu akan lebih efektif dibandingkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik baru.

Meski demikian, komentar Idrus tidak sepenuhnya mendapat respons positif dari publik.

Baca Juga: Siapa Tiyo Ardianto? Ketua BEM UGM yang Viral Beri Label 'Rezim Bodoh' ke Prabowo-Gibran, Ternyata Ini Pemicunya!

Setelah pernyataannya beredar luas, sejumlah netizen justru memberikan tanggapan yang mengarah pada rekam jejak politik Idrus di masa lalu.

Di berbagai platform media sosial, muncul komentar-komentar yang mempertanyakan posisi Idrus saat berbicara mengenai etika dalam politik.

Beberapa pengguna media sosial bahkan menyinggung kasus hukum yang pernah menjeratnya beberapa tahun lalu.

Akibatnya, diskusi yang awalnya berfokus pada kritik Tiyo terhadap Prabowo bergeser menjadi perdebatan mengenai siapa yang dianggap layak memberikan nasihat tentang etika politik.

Baca Juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'

Sebagian warganet menilai pesan yang disampaikan Idrus memiliki substansi yang benar, sementara sebagian lainnya lebih menyoroti latar belakang penyampainya.

Perdebatan tersebut kembali memperlihatkan bagaimana isu politik di Indonesia kerap berkembang ke berbagai arah setelah masuk ke ruang digital.

Tidak hanya isi pernyataan yang menjadi perhatian, tetapi juga sosok yang menyampaikan pesan tersebut.

Di tengah ramainya perbincangan, polemik ini sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara kebebasan berpendapat dan etika dalam berdemokrasi masih menjadi tema yang terus diperdebatkan.

Baca Juga: Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Mengaku Diintai, Temukan GPS Tracker di Mobil Usai Demo Gejayan: Semakin diteror semakin gacor!

Perbedaan pandangan mengenai batas kritik yang dianggap wajar maupun berlebihan tampaknya akan tetap menjadi bagian dari dinamika politik nasional.

Sementara itu, nama Tiyo Ardianto dan Idrus Marham masih terus menjadi bahan diskusi publik.

Berbagai tanggapan yang bermunculan menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu kritik terhadap pemerintah dan cara penyampaiannya di ruang publik.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.