Tiyo Ardianto Kritik Prabowo, Waketum Golkar Idrus Marham Malah Ikut Terseret, Ada Apa?

AKURAT BANTEN – Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, terkait kritik yang dilontarkan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kepada Presiden Prabowo Subianto memicu perbincangan luas di media sosial.
Idrus menilai setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah.
Namun, menurutnya, kebebasan tersebut tetap perlu disertai dengan etika dan tanggung jawab dalam penyampaiannya.
Dalam pandangannya, kritik yang ditujukan kepada kepala negara seharusnya mengedepankan argumentasi yang kuat serta disampaikan dengan cara yang santun.
Baca Juga: Bahas Ketua BEM KM UGM Tiyo Ardianto, Refly Harun Singgung Ijazah Jokowi, 'Ini BEM UGM yang Beneran'
Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya berbicara soal kebebasan berekspresi, tetapi juga menghormati norma dan nilai yang berlaku dalam kehidupan berbangsa.
Menurut Idrus, penggunaan bahasa yang terlalu keras berpotensi menggeser substansi kritik itu sendiri.
Ia menilai masyarakat akan lebih mudah menerima kritik apabila disampaikan secara terukur dan fokus pada persoalan yang ingin dikoreksi.
Politikus senior Golkar itu juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Karena itu, ia berharap kritik yang berkembang di ruang publik dapat menjadi sarana pertukaran gagasan dan solusi, bukan sekadar saling menyerang secara personal.
Idrus turut menyampaikan bahwa berdasarkan pengalamannya, Prabowo merupakan sosok yang terbuka terhadap masukan dan kritik.
Namun, ia menekankan bahwa kritik yang membangun tentu akan lebih efektif dibandingkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik baru.
Meski demikian, komentar Idrus tidak sepenuhnya mendapat respons positif dari publik.
Setelah pernyataannya beredar luas, sejumlah netizen justru memberikan tanggapan yang mengarah pada rekam jejak politik Idrus di masa lalu.
Di berbagai platform media sosial, muncul komentar-komentar yang mempertanyakan posisi Idrus saat berbicara mengenai etika dalam politik.
Beberapa pengguna media sosial bahkan menyinggung kasus hukum yang pernah menjeratnya beberapa tahun lalu.
Akibatnya, diskusi yang awalnya berfokus pada kritik Tiyo terhadap Prabowo bergeser menjadi perdebatan mengenai siapa yang dianggap layak memberikan nasihat tentang etika politik.
Baca Juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
Sebagian warganet menilai pesan yang disampaikan Idrus memiliki substansi yang benar, sementara sebagian lainnya lebih menyoroti latar belakang penyampainya.
Perdebatan tersebut kembali memperlihatkan bagaimana isu politik di Indonesia kerap berkembang ke berbagai arah setelah masuk ke ruang digital.
Tidak hanya isi pernyataan yang menjadi perhatian, tetapi juga sosok yang menyampaikan pesan tersebut.
Di tengah ramainya perbincangan, polemik ini sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara kebebasan berpendapat dan etika dalam berdemokrasi masih menjadi tema yang terus diperdebatkan.
Perbedaan pandangan mengenai batas kritik yang dianggap wajar maupun berlebihan tampaknya akan tetap menjadi bagian dari dinamika politik nasional.
Sementara itu, nama Tiyo Ardianto dan Idrus Marham masih terus menjadi bahan diskusi publik.
Berbagai tanggapan yang bermunculan menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu kritik terhadap pemerintah dan cara penyampaiannya di ruang publik.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







