Banten

Korban Latsarmil Calon Manajer Kopdes Bertambah, Istana Perintahkan Evaluasi Total Program

Aullia Rachma Puteri | 26 Juni 2026, 20:23 WIB
Korban Latsarmil Calon Manajer Kopdes Bertambah, Istana Perintahkan Evaluasi Total Program
Latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih meninggal dunia

AKURAT BANTEN – Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) setelah tiga peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan setiap program pemerintah harus melalui proses evaluasi apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaannya.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai prosedur sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada para peserta.

Evaluasi akan mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaksanaan pelatihan, standar operasional di lapangan, pemeriksaan kesehatan peserta, hingga sistem pengawasan selama pendidikan berlangsung.

Baca Juga: DPRD Tangerang Sorot KDMP Pasanggrahan Jadi Tempat Perbuatan Asusila, Kadis UMKM: Bantah Kejadian Digerai Mereka

Pemerintah ingin mengetahui apakah terdapat prosedur yang perlu diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Meski menjadi perhatian publik, Prasetyo menegaskan evaluasi bukan berarti menghentikan program.

Pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pembentukan calon manajer Kopdes Merah Putih dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas pelaksanaan pelatihan.

Selain Istana, Kementerian Pertahanan juga menyatakan akan melakukan peninjauan terhadap seluruh tahapan Latsarmil.

Baca Juga: PDIP Desak Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang

Pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan, pemantauan kondisi fisik peserta selama kegiatan, hingga kesiapan tenaga medis menjadi bagian dari aspek yang akan dievaluasi.

Kemhan menilai seluruh peserta sebenarnya telah melewati proses seleksi kesehatan sesuai ketentuan.

Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk mengetahui apakah sistem yang diterapkan masih membutuhkan penyempurnaan, terutama dalam mendeteksi risiko kesehatan selama latihan berlangsung.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah, ketiga peserta yang meninggal memiliki penyebab medis yang berbeda.

Baca Juga: Viral! Pemerkosaan di Gerai KDMP Pasanggrahan Tangerang, Polisi Periksa Saksi

Karena itu, proses evaluasi tidak hanya berfokus pada pelaksanaan latihan fisik, tetapi juga kesiapan penanganan medis apabila peserta mengalami gangguan kesehatan secara mendadak.

Meninggalnya tiga peserta memicu perhatian berbagai kalangan yang meminta pemerintah memperkuat standar keselamatan dalam setiap tahapan pelatihan.

Sejumlah pihak juga mendorong agar pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat sehingga kondisi peserta dapat dipantau sejak sebelum pendidikan dimulai hingga selesai.

Pemerintah berharap hasil evaluasi dapat menghasilkan perbaikan terhadap sistem pelatihan tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia secara profesional dan berintegritas.

Baca Juga: Viral! Pemerkosaan di Gerai KDMP Pasanggrahan Tangerang, Polisi Periksa Saksi

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.