Viral! Menkop Disorot Usai 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Pernyataannya Tuai Kritik

AKURAT BANTEN – Polemik terkait meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih selama mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) masih terus menjadi perhatian publik.
Di tengah proses evaluasi yang dilakukan pemerintah, pernyataan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Sorotan muncul setelah Ferry Juliantono menyampaikan bahwa persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan Latsarmil bukan berada dalam kewenangan Kementerian Koperasi.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri sebuah kegiatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, ketika dimintai tanggapan oleh awak media.
Ucapan tersebut kemudian memunculkan berbagai respons, termasuk kritik dari sejumlah kalangan.
Salah satunya datang dari mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, yang menyampaikan pandangannya melalui media sosial X.
Dalam unggahannya, Ardianto mempertanyakan sikap Menkop terkait insiden yang menimpa para peserta program.
Menurutnya, karena program Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan pemerintah, seluruh pihak yang berkaitan seharusnya menunjukkan kepedulian terhadap peristiwa tersebut.
Pernyataan itu merupakan opini pribadi Ardianto dan bukan sikap resmi pemerintah.
Perdebatan mengenai tanggung jawab antarlembaga pun berkembang di media sosial.
Sejumlah warganet menilai perlu adanya penjelasan yang lebih komprehensif mengenai koordinasi antara kementerian dan lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
Kasus ini menjadi perhatian luas setelah jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal selama mengikuti Latsarmil bertambah menjadi lima orang.
Baca Juga: 3 Peserta Tewas Saat Latihan Kopdes Merah Putih, Istana Akhirnya Buka Suara dan Janjikan Evaluasi
Berdasarkan informasi yang telah disampaikan pemerintah, para peserta yang meninggal berasal dari lokasi pelatihan yang berbeda dengan penyebab medis yang juga tidak sama.
Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami henti jantung, heat stroke, komplikasi penyakit, hingga gangguan pernapasan sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Kementerian Pertahanan sebelumnya menjelaskan bahwa seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan dan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi maupun medis.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan evaluasi untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya rangkaian insiden tersebut.
Evaluasi disebut meliputi prosedur pemeriksaan kesehatan awal, pelaksanaan latihan fisik, kesiapan tenaga medis, hingga sistem pemantauan kondisi peserta selama mengikuti pendidikan.
Peristiwa ini juga memunculkan desakan dari berbagai pihak agar pemerintah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih.
Menurut sejumlah pengamat, aspek keselamatan peserta harus menjadi prioritas tanpa mengurangi tujuan program dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial.
Hingga saat ini belum ada pernyataan lanjutan dari Menteri Koperasi terkait kritik yang berkembang di ruang publik.
Sementara itu, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait menyatakan proses evaluasi masih berlangsung guna memastikan penyelenggaraan program serupa dapat berjalan lebih baik di masa mendatang.
Kasus ini terus menjadi perhatian masyarakat karena tidak hanya menyangkut keselamatan peserta, tetapi juga koordinasi antarinstansi dalam menjalankan salah satu program strategis pemerintah di bidang penguatan koperasi desa
.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







