Banten

3 Peserta Tewas Saat Latihan Kopdes Merah Putih, Istana Akhirnya Buka Suara dan Janjikan Evaluasi

Aullia Rachma Puteri | 26 Juni 2026, 20:13 WIB
3 Peserta Tewas Saat Latihan Kopdes Merah Putih, Istana Akhirnya Buka Suara dan Janjikan Evaluasi
3 Peserta Tewas Saat Latihan Kopdes Merah Putih

AKURAT BANTEN – Pemerintah memberikan tanggapan atas meninggalnya tiga peserta dalam program latihan dasar militer yang diikuti calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Meski insiden tersebut menjadi perhatian publik, pemerintah menegaskan program tetap dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan melalui proses evaluasi menyeluruh.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan setiap program pemerintah terbuka untuk dievaluasi, termasuk pelaksanaan pelatihan yang saat ini menjadi sorotan.

Menurutnya, evaluasi dilakukan agar seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai prosedur sekaligus mengutamakan keselamatan peserta.

Baca Juga: DPRD Tangerang Sorot KDMP Pasanggrahan Jadi Tempat Perbuatan Asusila, Kadis UMKM: Bantah Kejadian Digerai Mereka

Ia menjelaskan pemerintah akan menelusuri seluruh proses penyelenggaraan pelatihan, mulai dari mekanisme seleksi kesehatan, pelaksanaan kegiatan di lapangan, hingga sistem pengawasan yang diterapkan selama pendidikan berlangsung.

Jika ditemukan adanya kekurangan dalam prosedur, langkah perbaikan akan segera dilakukan.

Prasetyo juga menegaskan pemerintah belum mengambil kesimpulan terkait penyebab meninggalnya para peserta.

Seluruh informasi masih menunggu hasil pemeriksaan dan laporan resmi dari instansi yang menangani kasus tersebut.

Baca Juga: PDIP Desak Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang

Menurutnya, evaluasi tidak dimaksudkan untuk menghentikan program, melainkan memastikan kegiatan serupa dapat berlangsung lebih aman pada masa mendatang.

Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga peserta yang meninggal selama mengikuti pelatihan.

Berdasarkan informasi yang telah disampaikan sebelumnya, ketiga peserta meninggal dalam waktu berbeda saat mengikuti latihan di lokasi yang tidak sama.

Sebagian peserta dilaporkan mengalami gangguan kesehatan sebelum mendapatkan penanganan medis, sementara penyebab kematian masing-masing masih mengacu pada hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Korban Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang Alami Depresi

Insiden tersebut memicu perhatian berbagai pihak yang meminta agar standar keselamatan dalam pelatihan diperkuat.

Sejumlah kalangan juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap intensitas latihan, kesiapan fasilitas kesehatan, hingga pemeriksaan kondisi fisik peserta sebelum menjalani pendidikan.

Meski demikian, pemerintah tetap memandang program pembentukan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari agenda strategis dalam memperkuat pembangunan desa.

Karena itu, pelaksanaannya akan terus berjalan dengan penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.

Baca Juga: Viral! Pemerkosaan di Gerai KDMP Pasanggrahan Tangerang, Polisi Periksa Saksi

Pemerintah berharap proses evaluasi dapat menghasilkan rekomendasi yang mampu meningkatkan standar keamanan sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa pada pelaksanaan pelatihan berikutnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.