Banten

HUT RI ke-81, Amien Rais Sentil Pemerintah 'Kok Cuma Diam Lihat Kekayaan Alam?'

Aullia Rachma Puteri | 17 Agustus 2026, 00:14 WIB
HUT RI ke-81, Amien Rais Sentil Pemerintah 'Kok Cuma Diam Lihat Kekayaan Alam?'
AMIEN RAIS KRITIK PEMERINTAH

AKURAT BANTEN – Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dimanfaatkan Amien Rais untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Mantan Ketua MPR itu menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang menurutnya masih menyisakan banyak persoalan.

Dalam pernyataannya, Amien mempertanyakan sikap pemerintah terhadap berbagai aktivitas eksploitasi kekayaan alam Indonesia.

Ia menilai kekayaan yang dimiliki Indonesia semestinya dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi komoditas yang terus dimanfaatkan tanpa hasil yang dirasakan secara merata.

Baca Juga: Amien Rais Singgung Ijazah Jokowi, Sindiran 'Dicuri Tuyul' Langsung Jadi Sorotan Publik

Kritik Amien tersebut kemudian menarik perhatian karena menggunakan istilah “thingak-thinguk” untuk menggambarkan sikap pemerintah.

Istilah dalam bahasa Jawa tersebut secara umum menggambarkan seseorang yang hanya melihat atau menengok tanpa mengambil tindakan berarti.

Pernyataan serupa juga diberitakan dalam sejumlah pemberitaan terkait kritiknya terhadap pengelolaan SDA.

Amien menyebut persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Baca Juga: Amien Rais Bongkar Dugaan Salah Langkah Jokowi, Singgung Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa yang Kian Memanas

Menurut dia, pemerintah daerah juga memiliki kewajiban untuk memastikan kekayaan alam yang berada di wilayahnya dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menyinggung peran gubernur, bupati, dan wali kota dalam persoalan tersebut.

Kritik itu diarahkan pada anggapan bahwa pemerintah di berbagai tingkatan seharusnya tidak sekadar mengetahui adanya aktivitas eksploitasi, tetapi juga mengambil langkah apabila ditemukan persoalan yang merugikan kepentingan masyarakat.

Pernyataan Amien disampaikan bertepatan dengan suasana perayaan kemerdekaan.

Baca Juga: Amien Rais Bongkar Fakta Baru Soal Ijazah Jokowi, Sebut Publik Akan Terkejut dengan Temuan Ini

Menurutnya, peringatan HUT RI seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Momentum tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan bangsa, termasuk bagaimana negara mengelola kekayaan yang dimilikinya.

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam melimpah.

Mulai dari mineral, batu bara, minyak dan gas, hasil perkebunan, hingga kekayaan laut menjadi bagian dari potensi ekonomi nasional.

Baca Juga: Pernyataan Amien Rais soal Teddy Bikin Heboh, Dinilai Provokatif dan Sarat Sensasi

Besarnya kekayaan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai pemerataan manfaatnya.

Pemerintah selama ini juga mendorong kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.

Hilirisasi diharapkan dapat membuat Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah.

Dengan membangun industri pengolahan, nilai ekonomi komoditas diharapkan meningkat sekaligus menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian nasional.

Baca Juga: Kontroversi Video Amien Rais soal Prabowo-Teddy, Menteri HAM Pigai: Ini Bisa Kategori Pelanggaran HAM

Namun, kritik Amien menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan SDA tidak cukup hanya diukur dari investasi maupun nilai ekspor.

Dampak terhadap masyarakat sekitar, pemerataan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan juga menjadi aspek yang tidak kalah penting.

Pernyataan tersebut sekaligus membuka kembali perdebatan mengenai konsep kedaulatan ekonomi.

Kekayaan alam yang berada di wilayah Indonesia pada dasarnya perlu dikelola dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang bangsa dan masyarakat.

Baca Juga: Tuding Seskab Teddy Gay, Amien Rais Santai Diterpa Ancaman Hukum: Kita Buktikan Nanti!

Di sisi lain, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Pernyataan Amien dapat menjadi bahan evaluasi dan perdebatan publik, tetapi setiap tudingan mengenai pengelolaan SDA tetap perlu diperiksa berdasarkan data, fakta, serta kebijakan yang berlaku.

Istilah “thingak-thinguk” yang digunakan Amien kemudian menjadi bagian paling mencolok dari kritiknya.

Ungkapan tersebut membuat pernyataannya mudah menarik perhatian publik sekaligus memicu perdebatan mengenai sejauh mana pemerintah bertindak menghadapi persoalan SDA.

Baca Juga: Tuding Seskab Teddy Gay, Amien Rais Santai Diterpa Ancaman Hukum: Kita Buktikan Nanti!

Bagi masyarakat, isu tersebut sebenarnya menyentuh persoalan yang lebih luas.

Kekayaan alam seharusnya tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintah memiliki tantangan untuk memastikan kebijakan pengelolaan SDA berjalan dengan transparan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara luas.

Pengawasan terhadap aktivitas eksploitasi juga diperlukan agar kepentingan ekonomi tidak mengabaikan masyarakat maupun lingkungan.

Baca Juga: Respon Amien Rais soal Komdigi yang Sebut Video Dugaan Hubungan 'Mesra' Prabowo-Teddy Fitnah

Kritik Amien Rais pada momentum HUT RI ke-81 akhirnya menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai persoalan bangsa.

Di tengah melimpahnya kekayaan alam Indonesia, pertanyaan mengenai siapa yang paling banyak menikmati hasilnya akan terus menjadi isu penting.

Karena itu, pengelolaan SDA membutuhkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan dan kepentingan rakyat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.