Megawati Tak Hadir di Istana Saat HUT RI ke-81, Ternyata Djarot Ungkap Alasan Ini

AKURAT BANTEN – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dipastikan tidak menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat.
Menurut Djarot, Megawati memiliki agenda lain yang sudah dijadwalkan bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan.
Bukan sekadar menghadiri kegiatan partai, Megawati dijadwalkan menjalankan tugas sebagai inspektur upacara di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Djarot memastikan agenda tersebut menjadi alasan Megawati tidak hadir dalam upacara kenegaraan di Istana.
“Bu Mega menjadi inspektur upacara di Sekolah Partai,” ujar Djarot ketika memberikan keterangan kepada awak media.
Dengan demikian, absennya Megawati dari Istana tidak serta-merta berkaitan dengan persoalan politik atau hubungan antara PDIP dan pemerintah.
Ia tetap mengikuti peringatan kemerdekaan melalui kegiatan yang digelar di lingkungan partainya.
Baca Juga: Megawati Buka Suara soal Ijazah Jokowi, PDIP Lepas Tangan? Begini Penjelasannya
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena upacara HUT RI di Istana Merdeka merupakan salah satu agenda kenegaraan terbesar setiap tahun.
Acara tersebut dihadiri Presiden, Wakil Presiden, pejabat negara, mantan presiden, mantan wakil presiden, serta sejumlah tokoh nasional.
Pada peringatan HUT RI ke-81, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi inspektur upacara di Istana Merdeka.
Pemerintah sebelumnya juga telah mengirimkan undangan kepada para mantan presiden dan wakil presiden untuk menghadiri rangkaian peringatan kemerdekaan.
Baca Juga: Megawati Tegaskan Dukungan untuk Palestina Saat Bertemu Dubes Abdalfatah Alsattari di Menteng
Megawati sendiri memiliki posisi khusus dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia.
Ia pernah menjabat sebagai Presiden RI periode 2001-2004 dan hingga kini memimpin PDIP sebagai ketua umum.
Karena itu, ketidakhadirannya dalam agenda kenegaraan kerap menarik perhatian.
Apalagi, dinamika hubungan PDIP dengan pemerintahan Prabowo juga menjadi salah satu isu politik yang terus berkembang.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Megawati Sempat Tak Mau Teken Pencalonan Jokowi Jika Bukan JK Wakilnya
Namun, penjelasan Djarot memberikan konteks berbeda. Megawati bukan berarti tidak mengikuti peringatan HUT RI.
Ia justru akan mengambil peran langsung sebagai pemimpin upacara di Sekolah Partai.
Kegiatan tersebut juga memiliki arti penting bagi internal PDIP.
Sebagai ketua umum, kehadiran Megawati dalam upacara partai dapat menjadi momentum untuk menyampaikan pesan mengenai nasionalisme, kebangsaan, dan perjuangan politik kepada para kader.
Baca Juga: Ketum PDIP Megawati Tolak Keras Pilkada Melalui DPRD: 'Demokrasi Tak Boleh Hilang!'
Tradisi Megawati mengikuti upacara di lingkungan Sekolah Partai juga bukan hal baru.
Djarot sebelumnya menyebut agenda tersebut memang biasa dilakukan setiap 17 Agustus.
Hal itu membuat alasan ketidakhadiran Megawati di Istana relatif mudah dipahami.
Ia memiliki agenda yang berlangsung pada waktu yang sama dan memilih menjalankan tugas sebagai inspektur upacara di lingkungan partai.
Baca Juga: Kongres PDIP Masih Misteri, Megawati Tetap Pegang Kendali Penuh Susun Pengurus Baru
Meski demikian, absennya tokoh politik senior seperti Megawati tetap menjadi perhatian publik.
Berbagai spekulasi bisa saja muncul, terutama ketika keputusan tersebut terjadi di tengah dinamika politik nasional.
Namun, spekulasi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai fakta.
Penjelasan resmi dari Djarot menunjukkan bahwa alasan yang disampaikan berkaitan dengan agenda Megawati di Sekolah Partai.
Baca Juga: Citra Wakil Rakyat Dipertaruhkan: Profil dan Polemik Megawati Zebua
Di sisi lain, kehadiran dalam peringatan kemerdekaan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk.
Upacara di Istana memang menjadi agenda utama pemerintah, tetapi kegiatan serupa juga berlangsung di berbagai lembaga, organisasi, sekolah, dan lingkungan masyarakat di seluruh Indonesia.
Dalam konteks tersebut, Megawati tetap mengambil bagian dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Hanya saja, lokasi dan perannya berbeda dari agenda yang digelar pemerintah pusat.
Pemerintah sendiri memusatkan peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka dengan Presiden Prabowo sebagai inspektur upacara.
Sementara Megawati menjalankan tugasnya di Sekolah Partai PDIP.
Dengan adanya penjelasan tersebut, ketidakhadiran Megawati di Istana dapat dilihat sebagai pilihan agenda, bukan secara otomatis sebagai sinyal politik tertentu.
Bagi publik, informasi mengenai alasan ketidakhadiran tersebut menjadi penting agar tidak muncul kesimpulan yang terburu-buru.
Terlebih, momentum HUT RI seharusnya tetap menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat kebangsaan di tengah perbedaan politik.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







