Hati-hati! Aksi Pelemparan Batu di Tol Kunciran-Serpong arah BSD, Sudah Ada Korban

AKURAT BANTEN - Seorang pengguna Jalan Tol Kunciran-Serpong, menuju BSD, menjadi korban pelemparan batu dari atas jembatan.
Akibatnya, kaca bagian depan sopir mengalami pecah. Beruntung, peristiwa tidak mengenai sopir dan menimbulkan korban jiwa.
Seperti dilansir dari Instagram @lowslow.indonesia lowslow.indonesia, dikatakan bahwa pelemparan batu itu terjadi di Km 22.
Baca Juga: Logistik Pemilu 2024 Tahap Awal Mulai Diterima KPU Pandeglang
"Kaca depan sebuah mobil pecah usai terkena lemparan batu dari orang yang tak bertanggung jawab dari atas jembatan KM 22 Tol Kunciran Serpong menuju BSD," katanya, dikutip Senin (13/11/2023).
Dilanjutkan, peristiwa pelemparan batu itu terjadi pada Sabtu lalu.
"Untungnya korban selamat dan sudah melaporkan ke Jasamarga dan pihak terkait. Hati-hati buat yang lewat!," sambungnya.
Sementara itu, dari video yang tersebar, tampak pengendara wanita pengguna Jalan Tol Kunciran-Serpong arah BSD menjadi korban pelemparan batu dari atas jembatan oleh orang tidak dikenal.
Baca Juga: Pembunuh Waria Dibakar Ditangkap, Polisi Dalami Motif Pelaku
Peristiwa itu terjadi pada siang hari. Korban pun berhenti dan melihat kaca bagian depannya, mengalami pecah dan ada serpihan batu.
"Mobil kaca bagian depan hancur kena body depan juga. Padahal ini mobil gak murah. Jadi bayangin segede apa itu batu," katanya.
Unggahan tersebut menuai kecaman dari netizen. Di antaranya dari @allanzannaker. Menurutnya, aksi lempar batu itu sangat bahaya.
Baca Juga: Bawaslu Lebak Gelar Sosialisasi dan Resmikan Pojok JDH
"Yang lempar batu itu apa mau nabung karma buat keluarganya sendiri di masa depan. Sepele memang, iseng lempar terus kabur. Tapi keluarganya yang nanggung entah kapan," ungkapnya.
Lain komentar @rasendria.rania. Dikatakan, percuma lapor Jasamarga karena tidak akan ada tindakan. Dirinya pun pernah mengalami.
"Lapor Jasamarga? Emang ditanggepin? Saya pernah kena lubang di tol sampe velg retak aja pas lapor kekantor Jasamarga yang ada di tol itu, cuma disuruh isi form, trus di foto sama petugasnya," jelasnya.
Parahnya itu, setelah itu dia langsung disuruh pulang dan menunggu update dari pihak Jasamarga.
"Abis itu katanya ditunggu aja, nanti dihubungi by phone. Kejadian tahun 2018, gak pernah ditelepon sampe sekarang mau 2024," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








