Banten

Fatwa MUI Membuat UMKM Tidak Menyediakan Produk Yang Berkaitan Dengan Israel, Ruginya Sampai Benjamin Netanyahu Merana

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 20 November 2023, 19:50 WIB
Fatwa MUI Membuat UMKM Tidak Menyediakan Produk Yang Berkaitan Dengan Israel, Ruginya Sampai Benjamin Netanyahu Merana

AKURAT BANTEN - Gerakan boikot terhadap produk dari dan pendukung Israel gencar di seluruh dunia. Ini seiring dengan serangan Israel yang semakin bertubi-tubi di tanah Palestina, Akibatnya, sejumlah perusahaan yang menjadi sasaran boikot mulai ketar-ketir. Mereka memberikan klarifikasi karena gerakan boikot dilaporkan sudah berdampak pada kurangnya minat konsumen.

Gerakan boikot ini bukan tanpa dasar. Karena ini dilakukan guna menekan terwujudnya gencatan senjata dari konflik geopolitik antara Israel dan Palestina, Tidak bisa dipungkiri ada faktor maupun konsekuensi yang akan muncul dari gerakan boikot produk yang dilakukan masyarakat termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ditambah lagi, Majelis Ulana Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa haram mengonsumsi berbagai produk yang berkaitan dengan Israel.

Maka akan semakin menguatkan aksi boikot dalam skala lebih luas. Fatwa MUI menjadi pegangan bagi UMKM guna turut melakukan pemboikotan, Dengan fatwa ini akan menjadi pegangan bagi pelaku UMKM di dalam negeri, agar fokus atau konsen terhadap masalah. Ini mengingat konsumen mereka relatif banyak ke konsumen Muslim dan punya kesadaran terkait konflik antara Israel dan Palestina.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai aksi boikot produk pro Israel yang tengah dilakukan masyarakat bisa berdampak ke industri nasional. Di antaranya kemungkinan pengurangan karyawan atau PHK.

Aksi tolak produk Israel secara global
Kerugian Israel sebenarnya sudah terjadi sejak 2014, Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa ekspor barang-barang intermediet mengalami penurunan tajam dari 2014 hingga 2016 sehingga menimbulkan kerugian sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 94,16 triliun. Sebagai perbandingan di tahun 2014, 2016, dan 2018 itu, Maka pada 2023 ini bisa dipastikan memang ekonomi Israel cukup kena pengaruh dari aksi dunia.

Belum ada laporan nilai kerugian terbaru yang diderita Israel, namun laporan Al Jazeera pada 2018 lalu mengungkap bahwa gerakan boikot berpotensi menimbulkan kerugian hingga US$11,5 miliar atau sekitar Rp180,48 triliun (asumsi kurs Rp15.694/US$) per tahun bagi Israel.

Israel jelas khawatir terhadap dampak kerugian ini. Dalam beberapa waktu terakhir, misi prioritas diplomatik Israel adalah penanggulangan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

Bahkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah bertindak untuk melarang kelompok-kelompok yang mendukung gerakan boikot, Sebab ribuan orang di Israel berpotensi kehilangan pekerjaan jika negara mereka diboikot secara penuh oleh internasional.

Namun The Jerusalem Post, Israel membantah bahwa gerakan boikot dapat merugikan mereka. Justru, mereka akan menambah penderitaan bagi rakyat Palestina, bukan menguranginya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.