Tahun 2050 Ada 2000 Pulau Tenggelam, Indonesia Masuk Dalam Wilayah Kuning

AKURAT BANTEN - PBB melalui Badan Meteorologi Dunia (WMO) yang bertajuk State of the Climate in Asia 2023 dan Berdasarkan laporan bencana yang terjadi pada 2023.
Selanjutnya memberikan peringatan khusus untuk Asia dan Indonesia karena masuk dalam area berbahaya dampak pemanasan global dan perubahan iklim.
Mereka menyoroti bahwa laju percepatan indikator perubahan cuaca dan iklim utama seperti:
• Suhu permukaan
• Pencairan gletser
• Kenaikan permukaan air laut.
Baca Juga: Viral Perundungan Pelajar SMP di Bogor, Polisi Periksa Korban dan Pelaku!
Benua Asia mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata global, meningkat hingga dua kali lipat sejak periode 1961-1990.
"Kesimpulan dari laporan ini sangat menyadarkan kita," kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam keterangan yang dikutip Akurat Banten Sabtu (18/5/2024).
WMO mencatat banyak negara di Asia mengalami kondisi ekstrim tahun terpanas yang pernah tercatat pada tahun 2023 yaitu kekeringan dan gelombang panas, banjir dan badai.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Mencuat, Ayah Eki Angkat Suara!
Adapun dampak dari frekuensi iklim yang berubah-ubah dan tingkat keparahan peristiwa tersebut, hingga berdampak besar pada:
• Perkembangan ekonomi
• Kehidupan manusia
• Lingkungan hidup bagi makhluk lainnya.
Bahaya hidrometeorologi dilaporkan di Asia pada tahun 2023, total 79 bencana yang dilaporkan oleh Emergency Events Database.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 80% terkait dengan peristiwa banjir dan badai, dengan lebih dari 2.000 korban jiwa dan sembilan juta orang terkena dampak langsung.
Dalam laporannya State of the Climate in Asia 2023 juga memberikan data indikasi kenaikan air laut yang meliputi wilayah Indonesia terkait kenaikan permukaan laut sejak Januari 1993 hingga Mei 2023. .
Indonesia sendiri berada di wilayah berwarna kuning yang mengindikasikan peringatan, tercatat, banyak area mengindikasikan Global Mean Sea Level (GMSL) di atas rata-rata global yakni 3,4 atau ± 0,33 mm per tahun. .
Dengan data tersebut pada tahun 2050 dengan kenaikan air laut akan menenggelamkan 2.000 pulau kecil, berarti terdapat 42 juta penduduk berisiko kehilangan tempat tinggalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









