Menelusuri Jejak dan Jaringan Buronan Interpol Nomor 1 Asal Thailand

AKURAT BANTEN - Pelarian Chaowalit Thongduang, buronan nomor satu Interpol asal Thailand yang sebelumnya bersembunyi di Indonesia selama 7 bulan, kandas sudah. Kini tersangka harus kembali ke negara asalnya.
Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Irjen Pol. Krishna Murti menyebutkan, buronan kasus narkoba dan percobaan pembunuhan di Thailand yang dalam pelariannya menggunakan speedboat untuk masuk ke Indonesia itu, akan dideportasi dengan menggunakan instrumen pelanggaran Imigrasi.
“Pada pukul 15.00 WIB hari ini, Chaowalit yang telah ditangkap minggu lalu oleh jajaran Polri akan dilakukan proses pemulangan melalui mekanisme police to police corporation,” ujar Krishna Murti di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Selasa (4/5/2024).
Baca Juga: Heboh Di Media Sosial, KIB Minta Menpanrb Pecat Sekda Muba
Krishna menyebutkan, buronan yang diringkus di Apartemen Kembar Bali itu, sebelumnya berhasil lolos masuk ke wilayah Indonesia dikarenakan tersangka tidak melalui jalur pintu masuk Indonesia mana pun.
“Ia masuk menggunakan speedboat. Dari Thailand masuk melalui wilayah Aceh ditampung oleh agen mereka di Aceh,” katanya.
Selanjutnya, tersangka yang difasilitasi oleh pelaku juga telah ditangkap oleh Polda Aceh, dari hasil koordinasi Bareskrim Polri.
Baca Juga: Hari Ini Cair, Gaji ke-13 PNS, TNI, Polri Dan Pensiunan, Segera Check Rekening Anda!
“Saat ini pelaku yang memfasilitasi di Aceh sudah ditangkap dan ditelusuri KK dan KTP palsu sudah ditangkap. Termasuk dari Sumatera Utara (Sumut) juga sudah ditangkap yang menyediakan akomodasi di Medan,” tutur Krishna.
Selanjutnya terkait proses deportasi ini, kata Krishna, Polri telah melakukan handling over kepada otoritas kepolisian Thailand dalam hal ini melalui mekanisme Bareskrim menyerahkan ke Imigrasi.
“Semua berkas deportasi telah dicap. Pemulangan ini akan dikawal 10 anggota Polri dari Bareskrim dan Polda Sumut dengan pesawat yang didatangkan dari Thailand,” paparnya.
Dengan demikian, lanjut Krishna, proses pemulangan buronan ini sudah selesai. Pihaknya pun terus menjalin hubungan yang ketat dengan berbagai negara untuk melacak pelaku kejahatan transnational crimes dan narkoba yang berada bukan dari negaranya.
“Termasuk dari Indonesia yang ada di Thailand. Anggota kami masih di Manila untuk meringkusnya. Ini sudah komitmen kita agar bisa memulangkan buronan kita yang berada di Thailand. Karena itu jaringan yang besar juga di Indonesia,” tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







