Apakah Hari Tasyrik Idul Adha Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya

AKURAT BANTEN - Dalam kalender masehi, Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha. Hari Tasyrik merupakan sebutan untuk tiga hari yaitu tanggal 11, 12, 13 di bulan Zulhijah.
Pada Hari Tasyrik, Umat Islam yang sedang menjalankan haji tengah menjalani ritual melempar jumrah di Mina. Sementara bagi Muslim yang tidak menjalankan haji dan mampu secara finansial dianjurkan untuk berkurban.
Jika sebelum Idul Adha ada pelaksanaan puasa, lalu apakah ketentuan Hari Tasyrik juga diperbolehkan untuk puasa? Simak informasi berikut.
Baca Juga: Apa itu Hari Tasyrik? Berikut Pengertian, Waktu dan Larangannya
Melansir dari situs resmi Kemenag, Hari Tasyrik menurut ahli Bahasa dan ahli fikih merupakan tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Penamanaan Hari Tasyrik dikarenakan pada hari-hari tersebut daging-daging kurban didendeng atau dipanaskan di bawah terik matahari.
Sementara itu, dalam situs MUI menyebutkan bahwa pada Hari Tasyrik umat Islam dilarang untuk berpuasa. Hal tersebut dikarenakan pada waktu itu dianjurkan untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan daging kurban.
Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya terkait larangan puasa saat hari Tasyrik yang artinya:
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859).
Baca Juga: Sampai Kapan Libur Idul Adha 2024? Berikut Jadwal Berdasarkan SKB 3 Menteri
Selain itu, dalam situs NU juga menjelaskan bahwa keumuman larangan puasa di Hari tasyrik juga mendasar pada hadits riwayat Abu Daud dan Muslim seperti yang dikutip dari Syekh Abu Zakariya Al-Anshari dalam kitab Aanal Mathalib yang artinya:
“Demikian juga hari tasyrik, yaitu tiga hari setelah Idul Adha karena larangan puasa pada hadits riwayat Abu Dawud dengan sanad sahih dan pada hadits riwayat Muslim, ‘Bahwa itu semua adalah hari makan, minum dan zikir kepada Allah SWT.” (Syekh Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib, juz V halaman 314).
Dengan penjelasan di atas maka sudah jelas bahwa pada Hari Tasyrik tidak diperbolehkan berpuasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027








