Banten

Pandeglang Ketiban Rejeki Rp700 Juta per Bulan, Cuma Tampung Sampah dari Tangsel dan Serang

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 12 September 2024, 11:45 WIB
Pandeglang Ketiban Rejeki Rp700 Juta per Bulan, Cuma Tampung Sampah dari Tangsel dan Serang

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang ketiban rejeki Rp700 juta per bulan dengan menampung sampah dari Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

"Kalau angka pastinya saya nggak paham, tinggal dikalikan saja. Kurang lebih Rp700 juta (dari Desembar 2023), itu bayarnya per minggu," kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Winarno, Rabu (11/9/2024) dikutip Akurat Banten.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Winarno, dalam sehari, Pemkab Pandeglang menerima 60 truk atau setara dengan 6 ton sampah dari kedua wilayah tersebut.

Baca Juga: Cuma Sebulan Jadi Menteri, Gus Ipul dapat Gaji dan Tunjangan Rp54.900.000 per Bulan dan Uang Pensiun Seumur Hidup

Dampak positifnya menurut Winarno, dianggap mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Pandeglang dan mengurai masalah darurat sampah yang terjadi di Tangsel dan Serang.

"Dia lagi darurat sampah di Kabupaten Serang itu. Yang keduanya, dari segi ekonomi, membantu penerimaan dari retribusi sampah sesuai perda," katanya.

Sebagai informasi, bahwa sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang telah melakukan perjanjian kerja sama dengan Pemkab Serang dan Pemkot Tangerang Selatan terkait penampungan sampah.

Baca Juga: Aneh! Yaqut Mangkir Hadir di Pansus DPR, Tapi Menantang Pembuktian Gratifikasi Penyelenggaraan Haji 2024

"Yang pertama diawali oleh MoU antarkepala daerah, baik Bupati Pandeglang maupun Bupati Serang dan Wali Kota Tangsel, ditindaklanjuti dengan PKS atau perjanjian kerja sama terkait pengelolaan sampah di Pandeglang," tutur Winarno pada, Rabu (11/9/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.