Tim Pemenangan Faldo-Fadhlin : Kredibilitas Survei KedaiKOPI Perlu Dipertanyakan!

AKURAT BANTEN - Tim pemenangan pasangan calon Wali Kota Tangerang Faldo Maldini-Fadhlin Akbar, mempertanyakan kredibilitas lembaga survei yang telah mempublikasikan elektabilitas dari pasangan nomor urut 3 Sachrudin-Maryono.
Diketahui, pada Senin (14/10/2024), lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), mengklaim jika elektabilitas Sachrudin-Maryono unggul 63,8 persen jelang Pilkada serentak 2024.
Tim pemenangan Faldo-Fadhlin, Andreas Pamungkas mengaku, menghormati KedaiKOPI sebagai sebuah Lembaga riset opini. Namun, kata Andreas, terdapat beberapa anomali data dan perbedaan signifikan dengan hasil survei internal yang telah dilakukan pihaknya bersama sejumlah Lembaga survei nasional.
"Hasil survei sangat ditentukan oleh kualitas kuesioner, antara konstruksi pertanyaan, cara bertanya ke responden dan kapasitas petugas surveyor dan spot checker. Lalu juga kondisi apakah responden berada dalam kondisi netral dan bebas dari intervensi," ujar Andreas dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).
Andreas menyebutkan, bukan rahasia lagi jika dalam melakukan survei, petugas kerap dipandu oleh RW atau RT dalam menentukan calon responden yang diwawancarai. Menurut Andreas, apakah hal tersebut menjadi faktor determinan dalam quality control oleh tim KedaiKOPI.
"Sulit bagi kami untuk melakukan verifikasi terhadap hasil survei tersebut. Mengingat KedaiKOPI bukanlah anggota Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI). Bahkan KedaiKOPI belum mendaftarkan diri ke KPUD Kota Tangerang" ungkapnya.
Baca Juga: Prabowo Utus Yayasan GSN Untuk Evakuasi Korban Pelecehan Panti Asuhan di Kota Tangerang
Andreas menambahkan, survei elektabilitas seringkali dijadikan instrumen membangun kepercayaan diri kandidat yang sedang dalam posisi tertekan. "Jadi, bisa saja publik dijebak oleh opini survei yang samplingnya dibangun lewat teknik keacakan semu atau pseudo randomness,"tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









