Warganet: Polisi Pintar Mengarang! Menduga Kasus Siswa SMK Tewas Ditembak Polisi saat Tawuran, Akan Sama dengan Kasus Sambo di KM50

AKURAT BANTEN - Suami Putri Candrawathi, Ferdy Sambo mendadak trending topic di X. itu ternyata sedang dikaitkan dengan kasus siswa SMK berinisial GR tewas ditembak polisi di Semarang, Jawa Tengah.
Diketahui, berdasarkan keterangan Polrestabes Semarang, kejadian tertembaknya GR terjadi, ketika korban terlibat tawuran antara dua geng, yaitu geng Tanggul Pojok dan geng Seroja.
Atas insiden ini, sebagian besar warganet mempertanyakan tindakan Aparat Penegak Hukum (APH) dan sistem penegakkan hukum yang dinilai bar-bar yang dilakukan anggota polisi kepada pelaku tawuran.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Tanam 136 Pohon di Jalur Pendestrian untuk Upaya Mengurangi Polusi
Mungkin masih melekat dalam pikiran masyarakat Indonesia, terkai tragedi Kanjuruhan. Tragedi yang menewaskan ratusan orang itu dipicu oleh tembakan gas air mata polisi.
Namun sampai sekarang, anggota polisi yang menjadi pelaku tidak mendapatkan hukuman setimpal.
Sorotan ini salah satunya diutarakan secara kritis oleh Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu. Cuitannya ini langsung meraih ratusan retweet dan tanda suka.
Baca Juga: Masa Tenang Pilkada 2024, Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan Alat Peraga Kampanye (APK)
"Kanjuruhan, Sambo, mau berapa banyak kasus lagi, yang informasi hanya datang dari satu sisi, lalu masyarakat yang harus mati-matian mendesak untuk dibongkar? Siapa mau periksa? Gak ada, gak ada yang punya kewenangan, atau lebih tepatnya gak ada yg berani. Tinggal nunggu giliran aja kita," tulisnya.
APH lagi-lagi berlaku aneh dan tak lazim, Warganet turut mengkritik keterangan pers Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, karena yang disebut hanya menetapkan 4 anak sebagai tersangka, tetapi hingga saat ini belum memberikan tindakan apa pun kepada oknum polisi yang melepaskan tembakan ke siswa SMK.
Kemudian, Ia juga menyebut pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian siswa SMK berinisial GR itu.
Baca Juga: Simak! Berikut Cara Mengecek DPT Online Pilkada 2024, Apakah Anda sudah Terdaftar?
Menurutnya, hal ini untuk memastikan apakah GR tewas akibat luka tembak atau bukan. Mereka masih menunggu hasil visum.
Padahal, Kombes Irwan sendiri sudah mengonfirmasi jika memang ada luka tembak di bagian pinggul GR.
Konrtroversi? Hal ini menuai sorotan tajam dari warganet. Pasalnya, 4 anak sudah jadi tersangka tawuran, tetapi oknum yang menembak statusnya masih tanda tanya.
Pertanyaannya adalah, apakah ketidakjelasan proses hukum antara kasus Sambo KM50 dan penembakan siswa SMK akan sama?
Baca Juga: Vonis Bebas Guru Honorer Supriyani, Penuh Haru Bertepatan dengan Peringatan Hari Guru Nasional
"Penembakan di tol KM50, Kanjuruhan, Sambo, kecelakaan mobil vs motor sampai ke adik Paskibra ini. Polanya selalu sama, yaitu memfitnah mayat. Memang enak dan gampang sih memfitnah mayat, kan mayat sudah tidak bisa membela diri," ungkit warganet.
"Apa bener itu anak-anak tawuran, apa ya polisi yang bertugas mesti main senjata api, pak?" tanya warganet.
"Habis Sambo, kemarin ada kasus lagi gara-gara tambang ilegal, terus ini. Dan nggak ada reformasi di institusinya? Saatnya defund the police!" usul warganet.
Baca Juga: Penglihatan Buta Akibat Penyiraman Air Keras, Agus Berharap Pelaku Dihukum Mati
"Kasus Ferdy Sambo membuktikan polisi pintar mengarang sampai akhirnya terkuak bukti valid saksi dan rekaman CCTV. Untuk kasus ini, warga Semarang khususnya juga membutuhkan adanya bukti valid, bukan keterangan sepihak hanya dari kepolisian. Salam Presisi," ungkap warganet.*******
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









