Banten

Pemkab Tangerang Upayakan Langkah Strategis dan Komitmen Percepatan Penurunan Angka Stunting

Berlian Rahmah Dewanto | 11 Desember 2024, 20:41 WIB
Pemkab Tangerang Upayakan Langkah Strategis dan Komitmen Percepatan Penurunan Angka Stunting

 

AKURAT BANTEN, TANGERANG - Dalam rangka menurunkan prevalensi stunting, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mengupayakan langkah strategis Dalam kegiatan Desiminasi Surveilans Gizi, Selasa kemarin (10/12/2024).

Kegiatan tersebut, dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Achmad Kasori serta berbagai Perangkat Daerah terkait, Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Camat se-Kabupaten Tangerang, TP PKK, TPPS, Forum CSR, mitra kerja sama Dinas Kesehatan, serta Ketua Paguyuban Kepala Puskesmas.

dr Sri Indriyani Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan berbagai kebijakan dan program, salah satunya melalui Gerakan Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Cegah Stunting (GEBRAG TEGAS).

Baca Juga: Kabupaten Tangerang Raih Predikat Inovatif IGA Dari BSKDN Sebagai Kabupaten Inovatif Dalam Ajang IGA 2024

Program ini bertujuan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem yang menjadi akar masalah stunting dan mempercepat penurunan angka prevalensi melalui intervensi terintegrasi," ujar dr Sri Indriyani.

Ungkap dr Sri, menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk mencapai target nasional prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024.

“Pengukuran dan publikasi angka stunting yang kami lakukan adalah upaya untuk mendapatkan data prevalensi stunting terkini di tingkat layanan puskesmas, kecamatan, dan desa. Data ini menjadi dasar penguatan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Hari Pertama Ramp Check di Terminal Pondok Cabe Tangsel, Kemenhub Temukan 8 Bus Tidak Laik Jalan

dr Sri menjelaskan, bahwa penurunan stunting membutuhkan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik difokuskan pada peningkatan gizi dan kesehatan, sementara intervensi sensitif meliputi penyediaan air bersih, sanitasi, dan peningkatan layanan kesehatan melalui revitalisasi posyandu.

“Peran kecamatan sendiri sangat penting, termasuk melalui kegiatan seperti Grebek Posyandu yang pada Juni 2024 berhasil menjaring hampir seluruh balita di Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan layanan kesehatan dan pemantauan gizi. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini terus berlanjut,” paparnya.

Melalui kegiatan Desiminasi Surveilans Gizi, Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya berharap seluruh peserta yang hadir dapat memperkuat komitmen dan kerja sama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan langkah-langkah seperti ini.

Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Kemenhub Gelar Ramp Check Bus di Terminal Pondok Cabe Tangsel

dr Indri optimis, target WHO untuk menurunkan angka prevalensi stunting di bawah 20% dapat tercapai, bahkan menuju target nasional sebesar 14%.

“Kesehatan masyarakat adalah fondasi penting bagi kemajuan Kabupaten Tangerang. Semoga ke depan, kita dapat terus berkolaborasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan unggul,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.