Diskominfo Dorong Percepatan Peningkatan Implementasi Satu Data Indonesia Dalam Perencanaan Pembangunan

AKURAT BANTEN, TANGERANG - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Diseminasi Hasil Kegiatan Statistik Sektoral dengan mengusung tema “Peningkatan Implementasi Satu Data Indonesia Melalui Penyediaan Infrastruktur Teknologi Data Spasial" pada Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.
Diselenggarakanya acara tersebut, bertujuan untuk mendorong percepatan implementasi kebijakan Satu Data Indonesia melalui pemanfaatan teknologi data spasial di tingkat pemerintah daerah.
Kegiatan ini dihadiri Perangkat Daerah, akademisi, praktisi teknologi informasi, serta perwakilan lembaga terkait. dilaksanakan di Vivere Hotel, Kelapa Dua, Jumat kemarin (20/12/24).
Acara dibuka langsung oleh Rudi Lesmana Plt Kepala Diskominfo Tangerang. Dalam sambutannya, Rudi menyampaikan, dalam rangka penyelenggaraan tata kelola data untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan.
Berkat kolaborasi dan Kerjasama para Penyelenggara Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang memperoleh penghargaan Aninditha Wistara Data dari BPS yang merupakan penghargaan untuk komitmen dan capaian Pemerintah Daerah dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) selama dua tahun berturut-turut, dimana Kabupaten Tangerang memperoleh peringkat ke-2 Nasional pada tahun 2023 dan peringkat pertama Nasional pada Tahun 2024.” ujarnya.
Baca Juga: Mengenal Asal Mula Membaca Ramalan Garis Tangan
Selain itu, pihaknya menegaskan penyelenggaran Satu Data di Kabupaten Tangerang membutuhkan komitmen, kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh komponen organisasi perangkat daerah lingkup Kabupaten Tangerang sesuai dengan kewenangan yang dimiliki sehingga ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi pakaikan antar instansi pusat dan instansi daerah dapat terwujud," jelas Rudi.
Lanjutnya, peningkatan Infrastruktur Teknologi Data Spasial Diskominfo Kab. Tangerang memperkenalkan sejumlah inisiatif terbaru terkait pengelolaan data spasial, termasuk implementasi sistem informasi geografis (GIS) dan pengembangan platform data terintegrasi.
Teknologi ini memungkinkan pemerintah daerah untuk memvisualisasikan dan menganalisis data dengan lebih akurat guna mendukung berbagai sektor, seperti tata ruang, transportasi, kesehatan, dan pendidikan.
"Sebagaimana kita ketahui, dukungan teknologi informasi dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia mutlak diperlukan. Teknologi informasi memungkinkan integrasi dan pertukaran data antara berbagai sektor dan instansi pemerintah. Dengan sistem yang terhubung, data dapat diakses dan digunakan secara lebih efektif oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, proses pengumpulan dan pengolahan data dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien," paparnya.
Melalui diseminasi ini, Diskominfo Kabupaten Tangerang berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam membangun ekosistem data yang kuat, terintegrasi, dan berbasis teknologi modern.
Pentingnya-Data sebagai aset strategis harus dapat dimaknai oleh seluruh stakeholder di lingkungan pemerintah, dengan demikian maka Satu Data Indonesia menjadi sangat penting untuk di implementasikan dengan baik.
"Kabupaten Tangerang optimis dapat mewujudkan pembangunan yang inklusif, transparan, dan berbasis bukti," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







