Warga Ruko Green Lake City Tangerang Gelar Aksi Penolakan Parkir Berbayar

AKURAT BANTEN - Para warga pengelola ruko di kawasan Green Lake City member dari Agung Sedayu Group, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menolak dengan rencana adanya parkir berbayar di area mereka berniaga.
Penolakan itu pun, diungkapkan oleh para warga dengan membentangkan banner besar yang terlihat di setiap cluster. Seperti di kawasan CBD, Eropa, dan Greatwall. Banner merah bertulisan “SELURUH WARGA RUKO GREEN LAKE CITY MENOLAK PARKIR BERBAYAR” itu banyak ditemui terpasang di atas dinding ruko.
Seperti dikatakan oleh Rahman, seorang pekerja di Greatwall Blok C. Menurutnya, pemasangan banner penolakan parkir berbayar itu merupakan inisiatif dari seluruh owner, serta pekerja yang berkendara.
Baca Juga: THR Ojol 20%, Ini Syarat Lengkap Driver Gojek dan Grab untuk Dapat Bonus Lebaran
“Kita ini kerja ekspedisi sering bolak balik, ya. Apalagi kita punya empat truk. Kadang motor kita sampai seminggu di sini. Lalu kalau berbayar, pasti ada pengeluaran lebih setiap bulannya,” ujar Rahman yang sedang ngabuburit bersama rekan kerjanya di depan ruko mereka kerja, Selasa (18/3/2025)
Rahman mengaku, selama kurang lebih dua tahun ia bekerja di ruko kawasan Green Lake City, baru kali ini ada rencana parkir berbayar yang dianggap merugikan perusahaan serta para pekerja. “Aksi penolakan ini sudah tiga hari ini. Mungkin sosialisasi dari group Whatsapp para owner, dan semuanya menolak,” kata Rahman.
Keluhan senada juga diungkapkan oleh seorang karyawan di ruko CBD Green Lake City, Mutia. Menurutnya, dengan adanya penerapan parkir berbayar pastinya akan merugikan perusahaan, pekerja serta para pengunjung.
Baca Juga: Korban Investasi Bodong EDCCASH Curhat ke DPR: Kami Susah Dapat Keadilan
“Selain kita pasti harus membayar member, belum diterapkan parkir berbayar saja, customer banyak ragu atau bolak balik. Mereka mikir masuk ke area ruko ini bayar atau tidak,” ungkapnya.
Selain itu, penolakan dari seluruh para owner yang menggunakan fasilitas ruko di mana tempat mereka berbisnis dianggap memberatkan dengan keberadaan kendaraan operasional yang lebih dari satu unit.
“Sosialisasi sih sudah, tapi semuanya menolak. Karena yang dapat fasilitas free parking ketika nanti parkir berbayar diterapkan, hanya free untuk satu mobil dan dua motor. Sedangkan armada di sini ada tiga, dan bos satu. Belum lagi para pengunjung,” terangnya.
Baca Juga: Tarif Ojol Naik-Turun Tak Terkendali, Pakar Ungkap Peran AI di Balik Penentuan Harga
Pantauan Akurat.co Banten, pemasangan bannner penolakan warga ruko Green Lake City dan Property Developed by Agung Sedayu Group terhadap keberatan adanya parkir berbayar itu lebih dari 10 yang terpasang.
Sementara, salah satu petugas keamanan sekitar enggan memberikan komentar. “Langsung saja ke kantor nanyanya,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









