Banten

Wacana Pulau Kucing Dipertanyakan, DPRD DKI Nilai Berisiko Ganggu Ekosistem dan Bukan Solusi

Andi Syafrani | 27 Mei 2025, 09:48 WIB
Wacana Pulau Kucing Dipertanyakan, DPRD DKI Nilai Berisiko Ganggu Ekosistem dan Bukan Solusi

AKURAT BANTEN - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin membuat pulau tematik khusus untuk kucing di Kepulauan Seribu menuai sorotan.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo, dengan tegas menyatakan bahwa ide tersebut berisiko besar terhadap keseimbangan ekosistem lokal dan tidak tepat untuk diteruskan.

Baca Juga: Ribuan Preman Diciduk di Jakarta, Polisi Tetapkan Ratusan Tersangka dan Lakukan Pembinaan Massal

Menurut Francine, memindahkan kucing ke sebuah pulau seperti Pulau Tidung Kecil justru bisa menciptakan masalah baru, bukan menyelesaikan yang lama. Selain berpotensi mengganggu satwa liar, langkah ini juga akan menimbulkan beban operasional yang cukup berat dalam jangka panjang.

“Pemindahan kucing-kucing dapat mengganggu ekosistem dan akan menimbulkan beban pemeliharaan jangka panjang,” ujar Francine kepada wartawan di Jakarta.

Baca Juga: Beckham Putra Dapat Panggilan Timnas: Gantikan Septian di TC Bali, 23 Pemain Sudah Gabung

Sebagai pegiat kesejahteraan hewan, Francine menjelaskan bahwa kucing adalah predator alami yang bisa mengancam kehidupan satwa liar lain seperti burung dan reptil kecil.

Ia mengingatkan bahwa Pulau Tidung Kecil sebelumnya pernah dijadikan lokasi konservasi burung kutilang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta pada tahun 2019.

Baca Juga: Penjaga Perlintasan Magetan Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Maut yang Tewaskan Empat Nyawa

“Kalau kucing dipindahkan ke sana, bisa-bisa burung-burung itu punah karena dimangsa. Ini bukannya solusi, malah menambah masalah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Francine menilai bahwa langkah yang lebih masuk akal adalah memperkuat layanan kesehatan dan pengendalian populasi hewan di daratan, bukan membuangnya ke pulau. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas kesehatan hewan di Jakarta, yang dinilai belum memadai untuk mendukung program semacam itu.

Baca Juga: Markas Kodim Poso Kebakaran, TNI AD Sisir Penyebab Lewat Tim Gabungan

“Jakarta baru punya satu pusat kesehatan hewan. Kalau ada pulau kucing, beban perawatannya pasti meningkat dan belum tentu bisa ditangani,” tambahnya.

Baca Juga: KPAI Minta Gubernur Jabar Tinjau Ulang Program Pendidikan di Barak Militer untuk Siswa

Ia pun mendorong Pemprov DKI untuk lebih serius mengelola kesejahteraan hewan dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Edukasi masyarakat, program steriliasi massal, dan peningkatan fasilitas kesehatan hewan dinilai jauh lebih efektif dibanding membuang kucing ke pulau yang belum tentu cocok bagi mereka.

Baca Juga: Jaro Midun, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Gadaikan STNK Demi Warga, Dedi Mulyadipun Turun Tangan!

Pulau kucing mungkin terdengar menarik secara konsep, tapi di lapangan, risikonya terlalu besar untuk diabaikan. Pemerintah perlu lebih cermat menimbang antara estetika dan dampak ekologis sebelum menerapkan kebijakan semacam ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC