Gunung Marapi Kembali Meletus, Warga Diminta Waspada dan Jauhi Kawah

AKURAT BANTEN - Gunung Marapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Letusan terjadi pada Jumat malam, tepatnya pukul 22.36 WIB, dengan durasi erupsi sekitar 30 detik dan terekam jelas melalui alat seismograf.
Baca Juga: Gaza Diterpa Krisis Kelaparan Terburuk, PBB: Semua Warga Berisiko Tak Dapat Makan
“Amplitudo maksimum tercatat sebesar 7,5 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih setengah menit,” kata Ahmad Rifandi, petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi yang bertugas di Padang.
Meskipun letusan tercatat secara visual, tinggi kolom abu tidak bisa diamati karena kondisi cuaca yang tertutup awan tebal. Saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada, yang berarti potensi erupsi susulan tetap ada dan masyarakat diminta tetap siaga.
Baca Juga: BREAKING: Ribuan Buruh Kepung Istana! Tuntut Pemerintah Hentikan Badai PHK Nasional.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung merespons dengan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat sekitar. Salah satunya adalah larangan untuk melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah utama, yakni Kawah Verbeek, sebagai zona rawan bahaya.
Baca Juga: Anti Ngelag! Ini 5 HP RAM 12 GB Premium Harga 3 Jutaan, Wajib Kamu Punya!
PVMBG juga memperingatkan soal potensi lahar dingin yang bisa muncul sewaktu-waktu, terutama jika terjadi hujan deras di kawasan puncak. Masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai berhulu dari gunung tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aliran lumpur vulkanik yang bisa datang tiba-tiba.
Baca Juga: Dugaan Penganiayaan di Ponpes Ora Aji: Santri Dilaporkan Dianiaya hingga Trauma
Apabila terjadi hujan abu, warga diminta menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan. Selain itu, penting juga untuk melindungi mata dan menjaga kebersihan air bersih yang digunakan sehari-hari.
Warga sekitar juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. PVMBG menekankan pentingnya menyebarkan informasi yang akurat dan tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Hingga saat ini belum ada laporan terkait dampak kerusakan atau korban akibat letusan tersebut. Namun, pemerintah daerah bersama tim mitigasi bencana terus memantau kondisi di lapangan dan bersiap jika situasi memburuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









