Waspada! HIV/AIDS di Cilegon Melonjak: Mayoritas Kasus Serang Kaum Adam, Ada Apa?

AKURAT BANTEN-Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kota Cilegon menjadi isu yang patut diwaspadai.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, tercatat 71 warga positif terinfeksi dari Januari hingga Agustus 2025. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas kasus menimpa laki-laki.
Meskipun angkanya terbilang tinggi, Dinkes Cilegon menyebutkan bahwa kasus HIV/AIDS di tahun 2025 sebenarnya mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2024, tercatat 131 kasus, di mana 103 di antaranya adalah laki-laki dan 28 perempuan. Sementara itu, data 2025 menunjukkan 61 kasus pada laki-laki dan 10 kasus pada perempuan.
Penurunan ini merupakan hasil dari upaya skrining yang intensif. Menurut Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan Dinkes Cilegon, Febrinaldo, skrining dilakukan pada kelompok rentan, seperti ibu hamil, pelaku seks bebas, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), dan pengguna narkoba suntik (penasun) yang bergantian jarum suntik.
"Kami menemukan 68 kasus positif dari 10.000 orang yang disaring," kata Febrinaldo. Kasus ini tersebar di tiga kecamatan di Cilegon.
Bisakah HIV/AIDS Disembuhkan? Ini Penjelasan Medisnya
Febrinaldo menjelaskan bahwa HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat diobati. Pengobatan ini bertujuan untuk memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
"HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, tapi bisa memperpanjang umur dengan catatan rutin berobat ke Puskesmas," jelas Febrinaldo.
Daya tahan tubuh adalah target utama virus ini. Oleh karena itu, kekebalan tubuh penderita HIV akan menurun drastis jika tidak ditangani dengan baik.
Dinkes Cilegon menyediakan layanan pengobatan komprehensif dan gratis di puskesmas atau rumah sakit bagi warga yang terdeteksi HIV/AIDS.
Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan PNS Era Prabowo Seret Padahal ASN Per September Gajinya Naik, Kenapa?
Menanggapi data ini, Dinkes mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih waspada.
"Hindari seks bebas, hindari menggunakan jarum suntik bergantian, dan terapkan pola hidup sehat," tegas Febrinaldo.
Pencegahan adalah kunci utama untuk mengendalikan penyebaran virus ini. Berolahraga minimal 30 menit sehari, menjaga pola hidup sehat, serta menghindari perilaku berisiko adalah langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan oleh setiap individu.
Kasus HIV/AIDS di Cilegon adalah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya edukasi, pencegahan, dan penanganan yang tepat.
Dengan kesadaran kolektif, kita bisa menekan laju penyebarannya dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi semua (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










