Warga Gagalkan Tawuran Pelajar di Depok, Tiga Remaja dan Senjata Tajam Diamankan

Akurat Banten - Aksi tawuran antar remaja kembali terjadi di Depok, tepatnya di depan Stadion Mini Sukatani, Jalan Dongkal nomor 1, RT04/RW04, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos.
Peristiwa tersebut berhasil digagalkan oleh warga setempat. Tiga remaja yang terlibat langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Cimanggis.
Kapolsek Cimanggis Polres Metro Depok, Kompol Jupriono, membenarkan insiden tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tawuran melibatkan dua kelompok remaja dari lingkungan yang berbeda, yakni Kampung Pasar Deppen dan Gang Okasa, yang keduanya berada di wilayah Sukatani, Tapos, Depok.
Baca Juga: Meal Prep Aesthetic, Cara Makan Sehat dan Hemat yang Lagi Hits di TikTok
Menurutnya, awal mula tawuran dipicu oleh aksi saling ejek antar kelompok yang kemudian berkembang menjadi ajakan tawuran melalui media sosial, khususnya Instagram.
Aksi tawuran tersebut direncanakan dan dipromosikan dengan judul “Rear”, yang kemudian viral di kalangan mereka.
Kelompok dari Gang Okasa diketahui berjumlah delapan orang yang datang menggunakan tiga sepeda motor, sementara kelompok dari Kampung Pasar Deppen terdiri dari sembilan orang remaja, juga mengendarai tiga sepeda motor.
Namun sebelum bentrokan terjadi lebih jauh, warga yang mengetahui rencana tawuran langsung bertindak cepat.
Mereka membubarkan para pelaku dan berhasil mengamankan tiga remaja yang terlibat, masing-masing berinisial DJH (15), MSD (15), dan RDC (16).
Baca Juga: AA Gym: Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Adalah Jalan Menuju Haji yang Mabrur
Ketiganya masih berstatus pelajar dan tergolong di bawah umur.
"Para remaja yang diamankan dibawa ke Polsek Cimanggis untuk didata dan dilakukan pembinaan. Barang bukti yang ditemukan di lokasi juga diserahkan warga, yakni satu bilah golok dan mistar besi yang tercecer di tempat kejadian," jelas Jupriono.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban yang mengalami luka serius akibat senjata tajam.
Namun ketiga remaja yang diamankan mengalami luka ringan di bagian lutut dan tangan karena terjatuh saat berusaha melarikan diri dari warga.
Baca Juga: Work-Life Balance ala Generasi Z: Produktif Tanpa Burnout, Begini Caranya!
Sebelumnya, video aksi tawuran ini sempat beredar di media sosial melalui akun Instagram.
Dalam video tersebut tampak warga mengepung dan mengamankan remaja yang hendak tawuran, sementara sejumlah alat yang diduga digunakan sebagai senjata tampak berserakan di lokasi.
Kompol Jupriono mengapresiasi tindakan sigap warga yang berhasil menggagalkan tawuran dan menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan sekolah, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas remaja, terutama penggunaan media sosial yang dapat menjadi sarana ajakan kekerasan.
Baca Juga: AA Gym: Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Adalah Jalan Menuju Haji yang Mabrur
"Peran orang tua dan lingkungan sangat penting agar peristiwa seperti ini tidak terulang. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga anak-anak kita agar tidak terseret dalam tindakan negatif seperti tawuran," pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










