Indonesia Murka: Blokade Gaza Hukuman Kolektif, Kecaman Keras Menlu RI atas Insiden Kapal Bantuan

AKURAT BANTEN – Insiden pencegatan kapal kemanusiaan Madleen oleh militer Israel di perairan internasional memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Indonesia.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa tindakan Israel tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga memperparah krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
Pada Senin pagi, kapal Madleen yang mengangkut 12 aktivis kemanusiaan dan bantuan simbolis, dicegat oleh militer Israel saat berupaya menembus blokade Gaza. Kapal tersebut kemudian ditarik menuju Pelabuhan Ashdod di Israel.
"Saya mengecam keras intersepsi kapal Madleen oleh Israel di perairan internasional saat mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza," tegas Menlu RI dalam unggahan di media sosial X pada Selasa, (10/6/2025)
"Tindakan ini sekali lagi menunjukkan ketidakpedulian Israel terhadap hukum internasional dan menjadi pukulan berat bagi penderitaan rakyat Gaza."
Kontak dengan kapal tersebut terputus setelah pasukan Israel dilaporkan menaikinya. Freedom Flotilla Coalition (FCC) melaporkan bahwa kapal angkatan laut Israel mengepung Madleen, sementara pesawat nirawak terbang rendah di atasnya, menciptakan suasana tegang.
Uniknya, pihak Israel justru melabeli Madleen sebagai "kapal swafoto selebriti" yang membawa bantuan dalam jumlah sedikit.
Kementerian Luar Negeri Israel bahkan menyebut para penumpang akan dikembalikan ke negara asal mereka, mengklaim bahwa aktivis iklim Swedia Greta Thunberg dan aktivis lainnya berusaha melakukan "provokasi media."
Baca Juga: Disdik Kota Tangerang Buka Layanan Pengaduan SPMB, Antisipasi Praktik Pungli Hingga Titipan
Namun, FCC menegaskan bahwa kapal tersebut membawa bantuan simbolis seperti beras dan susu formula bayi.
Selain Greta Thunberg, di atas kapal Madleen juga terdapat 11 aktivis kemanusiaan lintas negara, termasuk anggota Parlemen Eropa asal Prancis, Rima Hassan.
Ini menunjukkan bahwa misi ini bukan sekadar sensasi, melainkan upaya konkret dari individu yang peduli terhadap krisis di Gaza.
Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Tanggal 13, 14 dan 15, Puasa Ayyamul Bidh untuk Minta Lunas Utang?
Blokade Israel: "Bentuk Hukuman Kolektif"
Israel diketahui kembali memberlakukan blokade total terhadap Jalur Gaza sejak 2 Maret 2025, setelah sempat melakukan blokade serupa pada awal konflik pecah Oktober 2023.
Tujuan blokade ini disebut-sebut untuk menekan kelompok Hamas agar menerima perundingan gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Menlu Sugiono dengan tegas mengkritik kebijakan ini. "Blokade darat dan laut Israel adalah bentuk hukuman kolektif yang memperburuk risiko kelaparan massal," ujarnya.
Baca Juga: GEMPAR TANGSEL! Paru Sapi Kurban Bertuliskan NAMA ORANG Viral, Benarkah Tanda Kebesaran Ilahi?
Ia menambahkan bahwa sesuai hukum internasional dan Perintah Mahkamah Internasional (ICJ), Israel memiliki kewajiban untuk memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan dan tanpa hambatan, serta menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan.
Insiden ini sekali lagi menyoroti urgensi untuk memastikan akses kemanusiaan yang tidak terhambat ke Jalur Gaza, di tengah penderitaan yang semakin mendalam bagi penduduknya (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026





