Banten

Akhirnya Bebas! 9 WNI yang Ditangkap Israel Kini Dalam Perjalanan Pulang

Viona Sebastian Nolani | 21 Mei 2026, 22:30 WIB
Akhirnya Bebas! 9 WNI yang Ditangkap Israel Kini Dalam Perjalanan Pulang
Sejumlah personel bersenjata mencegat kapal misi kemanusiaan di perairan Mediterania, sementara relawan mengangkat tangan saat proses intersepsi berlangsung. (Tangkapan Layar)

AKURAT BANTEN - Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya sempat diamankan oleh militer Israel kini telah dibebaskan.

Kesembilan WNI tersebut diketahui merupakan bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang sempat dicegat saat berlayar.

Sugiono menjelaskan, saat ini seluruh WNI tersebut tengah dalam perjalanan keluar dari wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan penerbangan kembali ke Indonesia.

Pemerintah memastikan proses kepulangan mereka terus dipantau hingga tiba dengan selamat di Tanah Air.

Baca Juga: 9 WNI Diculik Israel Saat Misi Kemanusiaan Gaza, Menlu Sugiono Sebut Hanya Dicegat

“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi, Kamis (21/05/2026).

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengawal setiap tahapan pemulangan para WNI tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia kembali menyuarakan kecaman terhadap perlakuan yang dinilai tidak manusiawi selama masa penahanan para relawan.

“Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Tambah Kekuatan Udara Indonesia, Ini Deretan Alutsista Canggih yang Diserahkan ke TNI

Apresiasi juga datang dari anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Iman Sukri.

Ia menilai keberhasilan pembebasan sembilan WNI relawan tersebut sebagai hasil kerja keras berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi terkait.

Iman menekankan pentingnya pengawalan berkelanjutan hingga seluruh WNI benar-benar tiba di Indonesia dengan aman.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi krusial, mengingat para relawan sebelumnya sempat ditahan di Penjara Ktziot sebelum akhirnya dibebaskan.

Baca Juga: Indonesia Tambah Jet Tempur Rafale dan Radar Canggih, Ini Pesan Tegas Prabowo

“Alhamdulillah, sembilan WNI kita akhirnya dibebaskan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, khususnya Kementerian Luar Negeri, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), serta seluruh otoritas yang membantu proses pembebasan dan pemulangan para relawan,” ujar Iman Sukri, Kamis (21/5/2026).

Iman pun meminta pemerintah memastikan seluruh rangkaian perjalanan berjalan aman, lancar, dan tepat waktu hingga tiba di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap WNI di luar negeri harus selalu menjadi prioritas utama, terutama dalam situasi konflik yang berisiko tinggi terhadap keselamatan warga sipil.

“Proses ini jangan dilepas begitu saja setelah dibebaskan. Pemerintah harus terus mengawal sampai mereka benar-benar tiba di Indonesia. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait perlu diperkuat agar tidak ada hambatan selama proses transit dan pemulangan,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Strategi Ekonomi 2027, Pasar Langsung Bereaksi Keras

Iman turut mengapresiasi langkah diplomasi Kementerian Luar Negeri yang dinilai efektif dalam menjalankan misi perlindungan WNI, meskipun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

“Ini langkah luar biasa yang patut diapresiasi. Negara harus selalu hadir menjadi garda terdepan dalam melindungi kepentingan WNI di seluruh dunia,” katanya.

Selain memastikan kelancaran pemulangan, Iman juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi para relawan setibanya di Indonesia.

Menurutnya, kondisi fisik dan mental mereka perlu dipastikan tetap baik setelah melalui masa penahanan.

“Para relawan juga perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh setelah tiba di Indonesia. Negara harus memastikan mereka pulang dalam kondisi aman dan sehat,” pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.