Makin Memanas Perang Israel VS Iran, Hossein Salami Siapkan Ratusan Rudal Demi Menangkan Perang

AKURAT BANTEN - Militer Iran kembali menjadi sorotan internasional setelah dikabarkan berhasil meningkatkan akurasi rudal presisi yang ditujukan langsung ke posisi-posisi strategis pasukan Israel.
Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Tasnim News pada Rabu (11/6/2025), Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami, mengonfirmasi bahwa pihaknya kini telah mempersiapkan sedikitnya 800 rudal presisi tinggi untuk menghadapi agresi militer Zionis.
Baca Juga: Israel dan Hamas Sepakat untuk Gencatan Senjata Selama 60 Hari di Gaza
Peningkatan kemampuan rudal ini bukanlah satu-satunya langkah strategis Iran.
Lebih mencengangkan lagi, Kementerian Intelijen Iran disebut telah berhasil memperoleh ribuan dokumen sensitif yang berkaitan langsung dengan program nuklir, sistem pertahanan, hingga infrastruktur penting Israel.
Dokumen tersebut mencakup informasi tingkat tinggi yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan dan kekuatan intelijen militer Israel.
Menurut Salami, keberhasilan operasi intelijen ini sebanding dengan dampak dari Operasi Janji Sejati II operasi militer Iran sebelumnya yang dinilai sebagai salah satu serangan paling akurat dan merusak terhadap target-target strategis musuh.
Ia menyebut hasil ini sebagai pukulan telak terhadap reputasi dan kemampuan intelijen militer Israel, yang selama ini diklaim sebagai salah satu yang paling kuat di dunia.
"Fakta bahwa kami bisa menembus jantung sistem keamanan mereka membuktikan bahwa kekuatan Israel jauh dari tak tersentuh," ujar Salami.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari misi strategis Iran dalam mendukung kemerdekaan rakyat Palestina dan menantang dominasi kekuatan asing di kawasan Timur Tengah.
Pihak Iran menegaskan bahwa aksi-aksi ini dilakukan sebagai bentuk resistensi terhadap penjajahan dan untuk menunjukkan bahwa kekuatan militer dan intelijen Teheran tidak bisa diremehkan.
Mereka mengklaim bahwa semua langkah yang diambil adalah dalam konteks pertahanan dan solidaritas terhadap bangsa-bangsa yang tertindas, terutama rakyat Palestina.
Sebelumnya, dunia juga digemparkan oleh beredarnya video rudal Iran berkepala hulu ledak seberat 2 ton yang disebut-sebut mampu "menghapus" target-target di wilayah Israel dan bahkan Amerika Serikat.
Rudal ini diyakini sebagai bagian dari persenjataan yang telah dimodifikasi dengan teknologi terbaru guna menjamin akurasi dan daya ledak maksimum.
Di sisi lain, ketegangan antara Iran dan Israel semakin memuncak setelah pasukan elit Israel Defense Forces (IDF) menyerang fasilitas produksi rudal Iran di Suriah.
Pabrik tersebut diduga menjadi jalur distribusi utama amunisi menuju Hizbullah, sekutu Iran di Lebanon.
Namun Iran bersikeras bahwa serangan tersebut tidak akan menghentikan dukungan mereka terhadap kelompok perlawanan di kawasan.
Dengan perkembangan ini, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dipastikan akan terus meningkat.
Iran dengan percaya diri mengirimkan sinyal keras bahwa mereka bukan hanya siap di medan tempur, tapi juga unggul dalam perang informasi dan strategi.
Dunia kini menanti apakah Israel akan membalas, atau justru memilih strategi defensif menghadapi gelombang tekanan dari Teheran.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










