Banten

BIADAB! Seorang Petani Ngamuk dan Bacok 6 Warga di Aceh Tenggara, 5 Orang Tewas

Andi Syafrani | 17 Juni 2025, 14:58 WIB
BIADAB! Seorang Petani Ngamuk dan Bacok 6 Warga di Aceh Tenggara, 5 Orang Tewas

AKURAT BANTEN - Kejadian mengerikan mengguncang Desa Uning Segugur, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara, pada Senin, 16 Juni 2025, sekitar pukul 13.20 WIB. Seorang petani bernama Ardiansyah Putra (35) mengamuk dan membacok enam warga dengan golok, menyebabkan lima orang tewas dan satu lainnya kritis.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat, terutama karena korban meliputi anak-anak dan seorang balita. Hingga kini, pelaku masih buron, memicu ketegangan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Dapat Ancaman Bom di Pesawat, Saudia Airlines Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu-Medan

Korban tewas adalah Nayan Usia (50), Elvi (16), Laura (13), Dayat (26), dan Fajri, balita berusia 2 tahun. Nayan dan Dayat dikenal sebagai petani, sementara Elvi dan Laura adalah pelajar yang masih mengejar mimpinya. Fajri, yang masih begitu kecil, menjadi korban termuda dalam tragedi ini.

Sementara itu, Matiah (51), juga petani, kini berjuang melawan maut di RSUD Sahudin Kutacane akibat luka bacok serius. Seluruh korban adalah warga desa yang sama, menambah luka emosional bagi komunitas yang erat.

Baca Juga: Cekcok Berebut Anak di Mal, ASN Dianiaya oleh Rekan Mantan Istrinya yang Diduga Oknum Aparat

Wakapolres Aceh Tenggara, Kompol Yasir, mengungkapkan bahwa pelaku berasal dari Desa Alur Langsat, Kecamatan Tanoh Alas, yang tak jauh dari lokasi kejadian. 

“Pelaku menggunakan golok untuk menyerang korbannya. Kami sudah mengantongi identitasnya dan sedang memburu keberadaannya,” ujar Yasir pada Selasa, 17 Juni 2025, sembari memastikan timnya bekerja keras menangkap pelaku.

Baca Juga: Pria di Ciputat Timur Diduga Bunuh Istri, Polisi Amankan Pelaku

Penyelidikan awal di tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan luka-luka mengerikan pada tubuh para korban, terutama pada anak-anak yang tak berdaya.

Motif di balik aksi brutal ini masih misteri, meskipun polisi menduga ada faktor personal yang memicu kemarahan pelaku. Beberapa warga menyebut Ardiansyah dikenal sebagai sosok pendiam, namun tak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa ia akan melakukan tindakan sekeji ini.

Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, mengimbau warga untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah hingga pelaku tertangkap, demi mencegah korban lebih lanjut.

Baca Juga: Selesai Misi di Singapura, Prabowo Langsung Terbang ke Rusia Temui Presiden Putin

Kemarahan warga atas tragedi ini tak terbendung. Sejumlah warga melampiaskan amarah dengan membakar sepeda motor yang diduga ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian, mencerminkan betapa dalamnya luka yang ditinggalkan peristiwa ini.

Menurut laporan kepolisian, tim gabungan dari Polres Aceh Tenggara dan Polda Sumut kini memperluas pencarian, termasuk memeriksa jalur-jalur terpencil di wilayah pegunungan Tanoh Alas.

Masyarakat diimbau untuk melaporkan informasi apa pun terkait keberadaan pelaku, sembari polisi berjanji segera mengungkap motif dan membawa keadilan bagi para korban.

Baca Juga: Miris! Bocah 12 Tahun di Batam Meninggal Usai Ditolak Rawat Inap BPJS, Ombudsman Kepri Turun Tangan

Tragedi ini jadi pengingat pahit akan pentingnya menjaga kedamaian di tengah komunitas, terutama di daerah yang dikenal erat seperti Aceh Tenggara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC