Di Rusia, Prabowo Tegaskan Indonesia Hormati Kedaulatan Tiap Negara: Kami Selalu Prioritaskan Kolaborasi!

AKURAT BANTEN - Dalam suasana penuh keakraban di Istana Konstantinovskiy, St. Petersburg, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen negaranya untuk menjadi penjaga perdamaian dunia.
Berbicara di samping Presiden Rusia Vladimir Putin usai pertemuan bilateral pada Kamis (20/6), Prabowo dengan tegas menyampaikan bahwa Indonesia selalu menghormati kedaulatan setiap negara.
Kunjungan resmi ini tidak hanya mempererat hubungan kedua negara, tetapi juga menjadi panggung bagi Indonesia untuk mempromosikan visi perdamaian global di tengah ketegangan dunia yang kian memanas.
Baca Juga: Rupiah Bangkit! Menguat 36 Poin , Sinyal Positif untuk Ekonomi Nasional
“Indonesia tidak pernah ingin terlibat dalam konflik. Sebaliknya, kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai pihak untuk menciptakan kerja sama yang damai dan saling menguntungkan,” ujar Prabowo dengan nada penuh keyakinan namun tetap hangat.
Ia menegaskan bahwa diplomasi adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai isu global, sebuah pandangan yang menurutnya juga dipegang teguh oleh Rusia.
Pernyataan ini mencerminkan semangat Indonesia untuk tetap netral namun aktif dalam mendorong solusi damai di panggung internasional.
Baca Juga: Modus Licik Mafia Tanah: Mbah Tupon Ditipu Sertifikat Digadai Rp2,5 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap
Prabowo juga menyoroti keselarasan visi antara Jakarta dan Moskow dalam berbagai isu global. Kedua negara, katanya, memiliki komitmen kuat terhadap dunia yang multipolar, di mana tidak ada satu negara pun yang mendominasi.
“Kami sepakat dengan Presiden Putin bahwa kerja sama adalah cara terbaik untuk menciptakan stabilitas dan keadilan global. Indonesia dan Rusia memiliki banyak pandangan yang sejalan, dan ini menjadi fondasi kuat untuk hubungan kami ke depan,” tambahnya.
Kesamaan visi ini menjadi landasan penting bagi penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Baca Juga: Indonesia-Rusia Pererat Kemitraan, Tandatangani 4 MoU Strategis di St. Petersburg
Kunjungan ini juga menjadi momen untuk merayakan perkembangan hubungan bilateral yang semakin erat. Selain politik dan diplomasi, Indonesia dan Rusia kini tengah memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan tinggi, transportasi, hingga transformasi digital.
Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dari pemerintah Rusia, menyebutnya sebagai cerminan hubungan yang kian akrab.
Ia juga menyinggung penandatanganan empat dokumen kerja sama strategis, termasuk investasi senilai 2 miliar euro, sebagai bukti nyata komitmen kedua negara untuk saling mendukung.
Baca Juga: RAHASIA TERKUAK! 10 Cara Jitu Bikin Lovebird Kamu ‘Gacor Dor’ dan Sehat Maksimal, Pemula Wajib Coba
Presiden Prabowo tak lupa menyinggung rencananya untuk menghadiri St. Petersburg International Economic Forum bersama Presiden Putin. Forum ini, menurutnya, akan menjadi ajang penting untuk memperluas peluang kerja sama ekonomi dan investasi.
“Saya yakin, dari pertemuan ini, kita bisa melangkah lebih jauh. Hubungan Indonesia-Rusia akan terus berkembang, membawa manfaat besar bagi rakyat kedua negara,” katanya dengan penuh optimisme.
Nada percaya diri Prabowo mencerminkan harapan besar akan masa depan hubungan bilateral yang lebih dinamis.
Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata menuju kemitraan yang lebih kokoh. Dengan nada penuh semangat, ia berharap kerja sama Indonesia-Rusia dapat menjadi contoh bagaimana dua negara dari belahan dunia yang berbeda bisa bersinergi untuk tujuan bersama.
“Mari kita jadikan hubungan ini sebagai fondasi untuk masa depan yang lebih baik, tidak hanya untuk kita, tapi juga untuk dunia,” tutup Prabowo, disambut senyum dan anggukan dari Putin, menandakan kesepakatan yang kuat antara kedua pemimpin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










