Banten

KABAR TERBARU: Kemensos Minta Pemda Sediakan Lahan 10 Hektare untuk Sekolah Rakyat: Siap Cetak Pilar Hilirisasi!

Saeful Anwar | 28 Juni 2025, 15:09 WIB
KABAR TERBARU: Kemensos Minta Pemda Sediakan Lahan 10 Hektare untuk Sekolah Rakyat: Siap Cetak Pilar Hilirisasi!

AKURAT BANTEN – Program ambisius Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 terus bergerak maju. Kementrian Sosial meminta agar Pemda di seluruh Indonesia siap, sediakan lahan 10 hektare untuk kepentingan pembangunan Sekolah Rakyat.

Kali ini, Kementerian Sosial (Kemensos) membuat permintaan penting kepada pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia: menyediakan lokasi rintisan dan lahan permanen seluas minimal 5–10 hektare untuk pengembangan jangka panjang Sekolah Rakyat.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, saat berdialog dengan calon siswa dan orang tua siswa Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (27/6/2025).

Robben menekankan bahwa Sekolah Rakyat adalah program lintas kementerian dan lembaga, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara kolaboratif hingga tingkat daerah.

Baca Juga: KABAR TERKINI! Tak Semua Sekolah Swasta Dapat Dana Pemerintah untuk Wajib Belajar, Ini 2 Kriteria Ketatnya

Selain lahan, ia juga meminta pemda untuk berperan aktif sebagai penjamin mutu Sekolah Rakyat.

Nantinya, akan dibentuk Dewan Guru dan Tim Penjamin Mutu khusus untuk memastikan pendidikan di Sekolah Rakyat sesuai dengan harapan Presiden.

Gayung bersambut, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat ini.

Menurutnya, program ini membawa harapan besar dalam upaya memutus rantai kemiskinan di daerahnya, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

Baca Juga: TERBARU! Sekolah Rakyat Dibuka Juli 2025: GRATIS Biaya Dan Asrama, Ini Syarat dan Cara Daftar Serta Surat Pernyataan Orang Tua, Unduh Disini

"Saya memang awalnya ini menyiapkan dua, tapi saya berharap pemerintah pusat akan menyiapkan kita empat, minimal,” ujar Gubernur Andi, menunjukkan ambisinya untuk memiliki lebih banyak Sekolah Rakyat di Sultra.

Andi juga menegaskan bahwa Pemprov Sultra tengah menyiapkan roadmap pendidikan jangka panjang.

Tujuannya adalah agar generasi muda, termasuk siswa Sekolah Rakyat, bisa menjadi pilar utama dalam mendukung agenda hilirisasi di berbagai sektor vital seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Bisa jadi nanti mereka (siswa Sekolah Rakyat) yang akan disiapkan untuk itu,” kata Andi, menggambarkan visi jauh ke depan bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Baca Juga: REVOLUSI PENDIDIKAN DIMULAI! 10.440 Sekolah di Seluruh Indonesia Siap Direvitalisasi Juli 2025: Mendikdasmen Bongkar Angka, Bisa Melonjak Drastis!

Sebagai langkah awal, Sekolah Rakyat di Kendari akan dimulai di Sentra Meohai dengan dua rombongan belajar (rombel) tingkat SMP.

Namun, pemerintah saat ini tengah menyiapkan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari untuk menjadi rintisan Sekolah Rakyat yang lebih besar.

Balai ini direncanakan akan menampung empat rombel yang terdiri dari 100 siswa.

Selain bertemu dengan orang tua dan calon siswa, Sekjen Kemensos dan Gubernur Sultra juga meninjau langsung progres renovasi sekolah.

Robben menyebut, saat ini progres pengerjaan sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai bulan Juli ini.

Baca Juga: EKSKLUSIF! 28 Sekolah Kedinasan Ini Tak Butuh Nilai UTBK SNBT 2025, Kuliah Gratis dan Jaminan CPNS Menanti!

Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda dari keluarga kurang mampu agar memiliki akses pendidikan berkualitas dan siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan perencanaan jangka panjang, Sekolah Rakyat diharapkan benar-benar menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman