Secarik Memo Titipan SPMB, Pimpinan DPRD Banten Sukses Hancurkan Citra Lembaganya

AKURAT BANTEN - Wakil Ketua Fraksi PPP-PSI DPRD Banten, Musa Weliansyah mengaku kecewa dengan praktik titipan siswa dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025, yang melibatkan salah satu pimpinan DPRD Banten.
Padahal, menurut Musa, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten telah berkomitmen menjadikan SPMB sebagai proses yang bersih dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).
“Sangat disayangkan di saat pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur ingin SPMB ini tidak ada unsur KKN, tidak ada titip-menitip dari pihak manapun, tanpa terkecuali dari DPRD Banten. Jujur saya sangat kecewa dengan ulah oknum pimpinan DPRD yang seharusnya menjadi teladan dan pengawas,” ujar Musa kepada wartawan, Jumat (28/6/2025).
Baca Juga: Longsor Lumpuhkan Jalur Garut-Tasik, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup demi Kelancaran Arus
Ia menilai, tindakan pimpinan dewan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik lembaga legislatif, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap integritas DPRD.
“Pimpinan DPRD itu harusnya menjamin SPMB berjalan profesional, bukan malah menitipkan siswa. Apalagi menggunakan stempel DPRD, ini sangat memalukan dan merusak citra lembaga,” tambahnya.
Musa berharap Badan Kehormatan DPRD Banten segera bertindak dengan memberikan teguran kepada anggota yang bersangkutan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika jabatan.
Baca Juga: Operasi Senyap KPK, Enam Orang Diciduk dalam OTT Proyek Jalan
Lebih lanjut, Musa juga meminta kepada pihak sekolah yang menerima memo tersebut untuk menolak calon siswa titipan itu.
“Saya meminta pihak sekolah menolak calon siswa yang direkomendasikan lewat memo. Ini perlu dilakukan agar masyarakat percaya bahwa tidak ada permainan dalam SPMB,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






