Sambut Bulan Ramadan, Pemprov DKI Tegas Larang Ormas Lakukan Sweeping Rumah Makan saat Puasa

AKURAT BANTEN - Gubernur DKI, Pramono Anung, menegaskan larangan keras terhadap aksi sweeping atau razia yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) ke rumah makan selama bulan Ramadhan.
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kerukunan antarwarga di wilayah Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Jakarta, Sabtu.
Baca Juga: Empat Tahun Tak Disesuaikan, Perda Bangunan Gedung Kota Tangerang Disorot
Ia menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya bertanggung jawab penuh memastikan situasi Ibu Kota tetap kondusif selama bulan suci.
Larangan Sweeping Demi Ketertiban dan Toleransi
Menurut Pramono, Ramadhan harus disambut dengan suasana damai dan penuh rasa saling menghormati. Ia tidak mengizinkan adanya tindakan sweeping oleh kelompok mana pun yang berpotensi memicu ketegangan sosial.
“Sebagai gubernur, saya tidak mengizinkan adanya sweeping,” tegasnya.
Baca Juga: Heboh! Penonaktifan Massal BPJS PBI Gegara Instruksi Presiden? Begini Penjelasan Mensos
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga, terutama mengingat Jakarta merupakan kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam namun tetap menjunjung tinggi keberagaman.
“Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya tidak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan, nanti saya izinkan,” ujarnya.
Pramono menekankan bahwa bulan Ramadhan seharusnya menjadi momentum mempererat toleransi antarumat beragama, bukan malah memunculkan gesekan sosial.
Baca Juga: Dramatis! Tanggul Jebol Picu Banjir 2 Meter di Babakan Madang: Mobil Hanyut, 8 Rumah Hancur Lebur
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas, dapat berperan aktif menjaga ketenangan lingkungan masing-masing. Aktivitas yang membawa kenyamanan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Sebaliknya, segala bentuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan konflik tidak akan ditoleransi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan berbagai agenda untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri. Program tersebut difokuskan pada penguatan kegiatan keagamaan, peningkatan pelayanan publik, serta pengamanan wilayah agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan aman.
Dengan langkah tegas ini, Pemprov DKI berharap suasana Ramadhan di Jakarta tahun ini berlangsung tertib, damai, dan nyaman bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
Masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati, menjaga ketertiban umum, serta bersama-sama menciptakan suasana Ramadhan yang penuh kedamaian dan toleransi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







