Momen Tegang di Bintaro: 'Mencla-Mencle' dan Protes Pajak, Drama Razia Dishub yang Menjerat Komedian Sule!

AKURAT BANTEN-Komedian kondang Entis Sutisna atau yang lebih dikenal sebagai Sule, kembali menyita perhatian publik.
Bukan karena lawakan atau kolaborasi barunya, melainkan karena drama menegangkan saat mobilnya terjaring razia dokumen oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pada Kamis siang, 25 September 2025.
Peristiwa ini terjadi di Jalan RC Veteran Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat dihentikan oleh petugas, Sule yang mengendarai mobil double cabin ditanyai soal surat Uji KIR kendaraan.
Reaksi Sule seketika menjadi viral: ia tak hanya kesal, tetapi juga secara terbuka menyebut tindakan petugas di lapangan "mencla-mencle" dan melontarkan sindiran keras soal beban pajak.
Baca Juga: Gaji ASN Naik, Hoax atau Fakta? Perpres Sudah Ada, Tapi Eksekusi Masih Menggantung
Polemik KIR dan Protes 'Mencla-Mencle'
Ketegangan bermula ketika Sule mengaku surat KIR-nya mungkin tertinggal di mobil lain. Petugas Dishub kemudian melakukan pengecekan digital.
Hasilnya mengejutkan: nomor kendaraan milik sang komedian disebut tidak terdaftar dalam sistem online, dan belakangan terkonfirmasi bahwa masa berlaku KIR-nya sudah habis sejak Maret 2025.
Sule, yang mengaku sedang terburu-buru untuk syuting, tidak menolak penilangan. "Gak papa kalau mau ditilang, tilang aja, saya buru-buru syuting," ujarnya, meminta proses dilakukan cepat.
Namun, drama semakin memanas karena Sule mengkritik lambatnya respons petugas. Ia menyindir petugas bersikap mencla-mencle—istilah yang berarti tidak konsisten—sambil menyindir mengapa ia dibiarkan menunggu tanpa kejelasan.
Kritikan ini menimbulkan perdebatan, menyorot isu profesionalisme penindakan di lapangan.
"Dirinya juga menyindir bahwa petugas bersikap mencla-mencle sambil disuruh 'jalan kaki'," demikian narasi yang menyertai video viral tersebut.
Sindiran Keras Sang Komedian: Pajak Naik, Tapi Kena Tilang
Puncak ketegangan terjadi saat petugas Dishub akhirnya menerbitkan surat tilang.
Di tengah penandatanganan dokumen sanksi, Sule melontarkan protes yang menyentuh isu publik yang sensitif: tingginya beban pajak.
"Sudah pajak naik terus, apa-apa kita bayar pajak, ini kita ditilang," cetusnya.
Pernyataan ini bukan sekadar keluhan pribadi, namun resonansi keresahan banyak wajib pajak yang merasa telah menjalankan kewajiban finansial mereka, namun masih menghadapi proses birokrasi dan penindakan yang dinilai kurang profesional.
Terlepas dari status selebritasnya, Sule menegaskan bahwa sebagai warga negara, ia siap menerima konsekuensi atas kesalahan (tidak adanya/habis masa berlaku KIR—dokumen wajib bagi mobil jenis double cabin).
Kasus ini pun menjadi perhatian Dishub Jakarta Selatan.
Kepala Sudinhub Jaksel, Bernard Octavianus Pasaribu, membantah petugas memperlambat proses, mengklaim bahwa setelah pengecekan data dan konfirmasi masa berlaku KIR habis, Sule lah yang meminta langsung untuk ditilang karena terburu-buru.
Peristiwa viral ini tak hanya berakhir di surat tilang, namun juga menyisakan pertanyaan penting:
Seberapa profesional proses penindakan di jalanan, dan apakah keluhan warga—termasuk sindiran soal pajak—perlu direspons serius oleh pemangku kebijakan?(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










