Banten

Keberagaman Gen Z Saat Menunggu Buka Puasa pada Gelaran Imlek Festival 2577

Taufikurahman, M.Si | 26 Februari 2026, 16:08 WIB
Keberagaman Gen Z Saat Menunggu Buka Puasa pada Gelaran Imlek Festival 2577
Museum Akulturasi pada acara Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Ada yang unik kali ini, ketika sebuah gelaran mampu memberikan pengalaman tersendiri bagi publik di Bulan Ramadan 1447 H bagi umat Islam, terutama kalangan generasi Z (Gen Z).

Selain menambah pengetahuan, hadirnya Museum Akulturasi pada acara Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta ini, juga cocok untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Seperti diketahui, tahun ini, perayaan Imlek menjadi lebih spesial karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Baca Juga: Warga Tangerang Diminta Waspada! BPBD Ingatkan Bahaya Korsleting hingga Petasan Saat Ramadan

Salah satu pengunjung Museum Akulturasi, Muhammad Shidqi mengaku mendapat wawasan baru mengenai sejarah perjumpaan budaya Tionghoa dan Nusantara di Indonesia.

Untuk memudahkan pengunjung memahami alur cerita sejarah, museum ini membuat informasi melalui papan yang menyerupai gapura dan tersusun dengan pola zig-zag.

"Barusan aku baca-baca, bener-bener insightful. Aku baca sejarah-sejarahnya, aku baru tahu, oh, ternyata kayak gini loh (sejarah akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara) di Indonesia, gitu,” tutur dia, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Heboh Link CCTV Nizam Syafei Sukabumi Viral di TikTok, Waspada Bahaya Phishing di Balik Tragedi Memilukan!

Lebih lanjut, Shidqi meyakini bahwa budaya Tiongkok dengan Nusantara bisa hidup berdampingan Melalui Museum Akulturasi.

"Di Indonesia full of culture-lah ya. Terlebih akulturasi budaya Cina masuk ke Indonesia tuh bukannya nabrak, tapi dia justru smooth ke budaya-budaya Nusantara yang udah ada. Jadi, ya bener-bener akulturasi budayanya klop,” katanya.

Selain terpukau dengan keberadaan Museum Akulturasi, Shidqi senang dengan keberadaan Imlek Festival ini. Dia berharap kegiatan serupa yang memadukan hiburan dan budaya dapat terus bermunculan.

Baca Juga: Politik Dinasti Digugat di MK, Aturan Pencalonan Presiden Diminta Diperketat!

Ia mendorong ruang dialog lintas agama yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda. Misalnya forum antar-umat dari generasi muda.

“Coba bikin yang lebih Gen Z, gitu. Misalnya kita bikin komunitas-komunitas yang emang disediakan untuk lintas agama dan untuk saling diskusi anak-anak muda. Menurut aku bakal lebih impactful. Banyak karya-karya yang bisa lahir dari ruang-ruang semacam itu,” kata dia.

Andre dan Meliana, pengunjung lain, mengaku mendapat wawasan baru dengan hadirnya Museum Akulturasi. Menurut mereka, kehadiran Imlek Festival pertama di Indonesia ini tak hanya menjadi ajang hiburan dan kuliner, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif bagi pengunjung.

Baca Juga: Gus Ipul Latih 300 Guru Sekolah Rakyat, Perkuat Pelaporan Harian dan Integritas Kerja

“Suasana di Museum Akulturasi bagus, sejuk juga, enak dan nyaman. Terus ada informasi tentang sejarah juga,” ucap mereka.

Kehadiran Museum Akulturasi di tengah gemerlap Imlek Festival 2577 merupakan terobosan tersendiri dalam memperkuat pesan harmoni budaya di tengah keberagaman Indonesia.

Sebagai informasi, Imlek Festival 2577 berlangsung sejak 22 Februari hingga 3 Maret 2026, dibuka setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya atau tiket masuk. *******

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.