Operasi Gabungan Israel–Amerika Serikat Sudah Sasar 2.000 Lebih Titik di Iran

AKURAT BANTEN - Gelombang serangan militer skala besar yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat ke wilayah Iran dilaporkan telah menghantam lebih dari 2.000 target sejak Sabtu dini hari. Informasi tersebut diungkap The Wall Street Journal dengan mengutip dua sumber yang mengetahui langsung jalannya operasi gabungan tersebut.
Operasi militer itu disebut dimulai pada Sabtu pagi waktu setempat, diawali dengan serangan udara terkoordinasi yang menyasar berbagai titik strategis di sejumlah kota besar Iran. Serangan ini disebut sebagai salah satu operasi militer paling masif dalam beberapa tahun terakhir di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Rupiah Melemah Imbas Gejolak Timur Tengah, Sentuh Rp16.868 per Dolar AS
Militer Israel mengklaim telah menembakkan ribuan amunisi dan menjalankan lebih dari 700 sorti penerbangan tempur sejak awal ofensif. Skala operasi yang begitu luas menunjukkan bahwa target yang disasar bukan hanya fasilitas militer biasa, melainkan juga infrastruktur strategis yang dinilai krusial bagi pertahanan Iran.
Sejumlah laporan menyebut target serangan mencakup tokoh militer dan politik tingkat tinggi. Di antaranya adalah jajaran komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), fasilitas sistem pertahanan udara, instalasi rudal balistik beserta peluncurnya, pusat intelijen, hingga pusat komando militer. Beberapa sumber bahkan menyebut nama Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, masuk dalam daftar sasaran.
Baca Juga: Putusan Bersejarah MK, Penyandang Penyakit Kronis Kini Dapat Kepastian Hukum dalam UU Disabilitas
Serangan yang diluncurkan pada Sabtu tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pemimpin puncak Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dan rinci dari otoritas Iran terkait laporan tersebut, sementara situasi di dalam negeri disebut masih sangat tegang.
Sebagai respons, Teheran bergerak cepat dengan meluncurkan serangkaian serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Sasaran serangan disebut mencakup wilayah Israel, aset militer Amerika Serikat, serta beberapa instalasi strategis di negara-negara kawasan Teluk yang dianggap terlibat atau mendukung operasi tersebut.
Eskalasi terbaru ini memperdalam ketegangan yang sebelumnya sudah membara. Pada Juni tahun lalu, Israel dan Amerika Serikat juga melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian memicu perang terbuka selama 12 hari. Konflik tersebut baru mereda setelah gencatan senjata diumumkan melalui mediasi internasional.
Pengamat hubungan internasional menilai situasi kali ini berpotensi jauh lebih berbahaya karena melibatkan target tingkat tinggi dan serangan yang lebih luas. Jika tidak segera diredam, konflik dapat meluas dan menyeret lebih banyak negara di kawasan, sekaligus mengancam stabilitas jalur perdagangan energi global.
Komunitas internasional kini mendesak semua pihak menahan diri. Perserikatan Bangsa-Bangsa serta sejumlah negara besar menyerukan de-eskalasi untuk mencegah krisis kemanusiaan dan gangguan ekonomi global yang lebih dalam. Namun di tengah saling balas serangan yang terus berlangsung, harapan akan meredanya ketegangan masih terlihat tipis.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







