Pemkot Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Warga Lewat Gerai Sembako

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai merealisasikan pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP) di tingkat kelurahan, dengan fokus pada pembangunan gerai sembako sebagai tahap awal operasionalisasi. Langkah ini ditandai dengan peletakan batu pertama gerai KMP Pondok Aren, yang menjadi model percontohan bagi wilayah lain.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih telah memiliki dasar hukum yang kuat dari Kementerian Koperasi dan UKM, mulai dari pendirian hingga operasionalnya.
“Kooperasi Merah Putih sudah ada aturan bakunya dari Kementerian Koperasi, baik pendiriannya maupun operasionalnya, diatur melalui peraturan Kementerian Koperasi. Setelah pendirian nanti tahap berikutnya adalah operasionalisasi,” ujarnya.
Menurut Bachtiar, koperasi ini dapat bergerak di berbagai bidang usaha seperti sembako, apotek, klinik, simpan pinjam, dan cold storage, namun Pemkot Tangsel memilih untuk memfokuskan pada sektor sembako terlebih dahulu.
“Kami fokuskan untuk awal Koperasi Merah Putih di Tangsel bergerak di gerai sembako dulu, karena perizinannya mudah dan sesuai dengan kondisi masyarakat di tiap wilayah,” jelasnya.
Saat ini, tercatat 54 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Tangsel, dan sekitar delapan di antaranya sudah beroperasi penuh. Salah satunya adalah KMP Pondok Aren yang kini memiliki sekitar 600 anggota.
Baca Juga: Jaringan Penyekapan di Tangsel Terbongkar Polisi Beber Peran Masing-masing Tersangka
“Yang sudah benar-benar operasional ada sekitar delapan atau sembilan, salah satunya di sini Pondok Aren. Hari ini saja ada sekitar 100 orang yang baru bergabung,” kata Bachtiar.
Bachtiar menambahkan, pembangunan gerai usaha KMP di Pondok Aren dilakukan atas kerja sama antara Pemerintah Pusat, PT Agrinas, dan TNI, sedangkan Pemkot Tangsel bertugas menyiapkan lahan.
“Makanya hari ini kita laksanakan peletakan batu pertama untuk gerai usahanya di Koperasi Merah Putih Pondok Aren ini. Tugas pemerintah daerah adalah menyiapkan lahan,” ujarnya.
Baca Juga: MOMEN! Ulang Tahun ke74: Prabowo, Sang Jenderal yang Menaklukkan Usia dan Panggung Politik
Untuk mempermudah pengembangan, pemerintah daerah juga mendorong agar koperasi di wilayah lain memanfaatkan balai warga atau aset pemerintah sebagai tempat sementara sebelum mampu memiliki lahan atau ruko sendiri.
“Kalau belum ada lahan, bisa memanfaatkan aset yang ada, misalnya balai warga, sambil koperasi berjalan dan berkembang,” jelasnya.
Selain penguatan fisik dan kelembagaan, Dinas Koperasi Tangsel juga terus melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) agar pengurus dan anggota koperasi memiliki kompetensi yang memadai.
“Kami membina SDM-nya agar kompeten dan membina usahanya. Ada program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas koperasi, sekaligus menjembatani kemitraan dengan pihak lain,” tutur Bachtiar.
Baca Juga: Angin Segar untuk Atlet Muda! Erick Thohir Kucurkan Tambahan Dana Rp22 Miliar untuk Timnas Indonesia
Ke depan, Koperasi Merah Putih di Tangsel akan diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan BUMN sektor pangan, seperti Bulog dan ID Food, guna memperkuat rantai pasok dan menstabilkan harga kebutuhan pokok.
“Kami difasilitasi oleh negara untuk bekerja sama dengan BUMN pangan, termasuk suplai beras, gas, dan kebutuhan pokok lain ke SPPG. Ekosistemnya memang akan ke arah sana,” imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










