Dindikbud Banten Ancam Nonaktifkan SMK Al-Ansor Tangerang Usai Siswa Ditelantarkan

AKURAT BANTEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten berencana menonaktifkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Ansor di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Langkah tegas ini diambil setelah muncul laporan penelantaran siswa dan mandeknya kegiatan belajar mengajar (KBM) selama tiga bulan terakhir.
Kepala Seksi SMK dan SKh Kantor Cabang Dindikbud Kabupaten Tangerang, Maksis Sakhabi, mengatakan pihaknya telah dua kali memanggil manajemen SMK Al-Ansor untuk dimintai klarifikasi. Namun, pihak sekolah belum pernah memenuhi panggilan tersebut.
“Kalau surat pemanggilan ketiga masih tidak dihadiri, maka kami akan memberikan sanksi kepada manajemen sekolah. Sanksi terberatnya adalah penonaktifan izin operasional,” ujar Maksis, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga: Warga Duri Kosambi Buru Pencuri Motor hingga Gang Buntu, Ternyata Senjatanya Hanya Pistol Mainan
Ia menjelaskan, pemanggilan pertama dilakukan pada Senin (27/10), dan yang kedua pada Selasa (28/10). Pihak Dindikbud, kata dia, berupaya memberikan kesempatan kepada pengurus sekolah untuk menjelaskan situasi sebenarnya sebelum menjatuhkan sanksi administratif.
Maksis menyebut, dasar pemanggilan tersebut berasal dari laporan para guru SMK Al-Ansor. Dalam laporan itu terdapat tiga poin utama, yakni kegiatan belajar mengajar yang terhenti sejak tiga bulan lalu, gaji guru yang belum dibayarkan selama delapan bulan, serta keberadaan kepala sekolah yang tidak jelas.
“Kami ingin memastikan laporan itu benar dan memberi kesempatan bagi pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi,” ujarnya.
Baca Juga: Selebgram Cianjur Dituding Gelapkan Dana Fantastis, Polisi Jaksel Kumpulkan Petunjuk
Meski ada potensi pencabutan izin operasional, Maksis berharap hal itu dapat dihindari. Ia menilai, langkah tersebut merupakan opsi terakhir jika pihak sekolah tetap tidak kooperatif dan tidak menunjukkan upaya perbaikan.
“Kami berharap sekolah dapat membenahi diri agar siswa masih bisa belajar di sana. Itu yang paling utama,” ucapnya.
Namun, apabila SMK Al-Ansor akhirnya ditutup, Dindikbud Banten akan memfasilitasi perpindahan siswa ke sekolah lain di wilayah sekitar.
Baca Juga: Jaringan Pencuri Motor di Kelapa Gading Terbongkar Polisi Dalami Peran Penadah
“Kalau sampai terjadi penutupan, siswa akan dipindahkan sesuai keinginan masing-masing. Di wilayah itu masih ada beberapa sekolah lain yang bisa menampung,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









