GEGER RAMADHAN: Detik-detik Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Terjaring OTT KPK: 27 Orang Diamankan, Sejumlah Uang Tunai Disita!

AKURAT BANTEN – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang seharusnya penuh kekhusyukan mendadak geger.
Jagat media sosial dan masyarakat Jawa Tengah dikejutkan dengan kabar operasi senyap yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap pada Jumat sore (13/3/2026).
Target utamanya bukan sembarang orang: Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang baru menjabat setahun terakhir, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dramatis.
Baca Juga: Resmi! Transjabodetabek Rute Bus SH2 Blok M-Soetta Beroperasi, Tarif Rp3.500 Berlaku Mulai Hari Ini
Detik-detik Penangkapan: Bus Kuning dan Pengawalan Ketat
Suasana di sekitar Kantor Pemkab Cilacap mendadak tegang saat sejumlah mobil hitam taktis milik tim penindakan KPK terlihat bergerak cepat.
Tak lama kemudian, sebuah bus pariwisata berwarna kuning yang membawa rombongan besar terlihat keluar dari area tersebut dengan pengawalan ketat.
Sekitar pukul 16.15 WIB, rombongan tersebut tiba di Mapolresta Banyumas. Bupati Syamsul Auliya Rachman terlihat berada di dalam bus tersebut bersama total 27 orang lainnya. Rombongan ini terdiri dari pejabat teras, ajudan, hingga pihak swasta yang diduga kuat terlibat dalam transaksi haram tersebut.
Baca Juga: Dunia Terkecoh! Netanyahu Muncul 'Dari Kematian', Langsung Incar Nyawa Penerus Khamenei
Siapa Saja yang Diamankan?
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa KPK tidak hanya menyasar sang Bupati. Sejumlah nama besar di lingkungan Pemkab Cilacap dikabarkan ikut "diangkut", antara lain:
Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap.
Kepala Dinas PUKM.
Kepala Dispermades.
Kepala Dinas Sosial.
Kepala Diskominfo.
Pembersihan besar-besaran ini menunjukkan bahwa dugaan praktik rasuah ini melibatkan jaringan birokrasi yang cukup luas.
Baca Juga: Iran Mengamuk! Sebut Trump Sosok Setan dan Berjanji Israel Akan Segera Musnah
Uang Tunai Disita: "Main" Proyek Infrastruktur?
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa OTT ini berkaitan dengan dugaan suap atau penerimaan fee terkait proyek-proyek pembangunan di wilayah Kabupaten Cilacap.
"Ada dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait proyek infrastruktur dan pengadaan barang/jasa di Cilacap," ungkap Budi dalam keterangan singkatnya.
Selain mengamankan puluhan orang, KPK juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga merupakan bagian dari komitmen fee.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih melakukan penghitungan detail terhadap barang bukti uang tersebut di Mapolresta Banyumas.
Baca Juga: Dunia Gempar! Teka-teki 'Hilangnya' Netanyahu: Benarkah Terkena Rudal Iran atau Taktik Perang Saraf?
Ironi Pemimpin Muda di Bulan Suci
Penangkapan ini menjadi tamparan keras bagi publik Cilacap. Syamsul Auliya Rachman, yang dikenal sebagai sosok pemimpin muda energik, kini harus berhadapan dengan hukum tepat di tengah suasana Ramadhan.
Kasus ini juga mencatatkan rekor sebagai OTT kesembilan yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026, membuktikan bahwa lembaga antirasuah ini tetap "galak" meski di tengah hari raya keagamaan.
Apa Status Hukum Mereka Sekarang?
Sesuai aturan, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk memeriksa para terperiksa sebelum menentukan status tersangka.
Malam ini juga, rombongan dijadwalkan akan langsung diberangkatkan menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Akankah Bupati Cilacap mengenakan rompi oranye esok pagi? Publik kini menanti konferensi pers resmi KPK yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










