Kondisi Mojtaba Khamenei Disebut Terluka Parah oleh AS, Iran: Pemimpin Kami Baik-Baik Saja

AKURAT BANTEN - Pemerintah Iran menegaskan bahwa kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dalam keadaan baik meskipun sebelumnya pejabat Amerika Serikat menyebut ia mengalami luka serius.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara pada Sabtu (14/3/2026).
Araghchi menegaskan bahwa tidak ada masalah serius dengan kesehatan pemimpin baru Iran tersebut.
Baca Juga: Ramai Rumor Kematian PM Israel, Iran Ancam Bakal Buru Netanyahu Jika Masih Hidup
“Tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Ia bahkan telah menyampaikan pesannya kemarin dan akan terus menjalankan tugasnya,” ujar Araghchi.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei diyakini mengalami luka serius.
Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (13/3/2026). Hegseth mengatakan ia percaya pemimpin Iran tersebut terluka parah dan kemungkinan mengalami cacat.
Baca Juga: Teka-teki Hilangnya PM Israel Saat Dewan Militer Berkumpul, Benarkah Tewas Terjangkau Rudal Iran?
Pihak Iran sendiri mengakui bahwa Mojtaba Khamenei memang mengalami luka, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya.
Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun resmi menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara pada awal konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Serangan tersebut tidak hanya menewaskan Ali Khamenei, tetapi juga beberapa anggota keluarga penting lainnya.
Baca Juga: Investor Besar Merapat! PINTU Resmi Luncurkan Program VIP dengan Benefit Eksklusif
Sejak insiden tersebut, Mojtaba diketahui belum pernah tampil di depan publik.
Namun pada Kamis (12/3/2026), ia merilis pernyataan tertulis yang mengungkapkan bahwa istrinya, saudara perempuannya, anak dari saudara perempuannya, serta saudara iparnya turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Dalam pernyataan yang sama, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran akan membalas kematian yang terjadi sejak awal konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga: Rampas Ponsel Pengendara Motor di Jagakarsa Pria 28 Tahun Ditangkap Warga
Ia juga menegaskan bahwa Iran memiliki berbagai cara untuk menimbulkan tekanan di kawasan, termasuk dengan memengaruhi stabilitas pasokan minyak dunia serta memanfaatkan jaringan proksi regional.
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar
Di sisi lain, Amerika Serikat juga meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai para pemimpin penting Iran.
Program Rewards for Justice (RFJ) dari Departemen Luar Negeri AS mengumumkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar untuk informasi terkait lokasi pemimpin baru Iran dan sejumlah pejabat penting lainnya.
Beberapa nama yang masuk dalam daftar tersebut antara lain:
Mojtaba Khamenei
Ali Asghar Hejazi
Ali Larijani
Brigjen Eskandar Momeni
Esmail Khatib
Baca Juga: Siapa Abu Janda? yang Viral Diusir Aiman Witjaksono dari Studio TV!
Menurut RFJ, para tokoh tersebut diduga memiliki peran penting dalam kepemimpinan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dituduh oleh Amerika Serikat terlibat dalam berbagai aktivitas terorisme global.
Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada 28 Februari.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar, korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, sehingga memperparah ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










