Banten

Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz

Cristina Malonda | 15 Maret 2026, 17:20 WIB
Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz
Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (14/3) mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa sejumlah negara akan bergabung dengan AS untuk memastikan Selat Hormuz tetap aman dan terbuka.

Ketegangan semakin memuncak setelah Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan agar penutupan Selat Hormuz tetap dilanjutkan pada Kamis (12/3).

Khamenei menegaskan komitmennya untuk membuka front baru dalam konflik Iran dengan AS dan Israel, menambah kekhawatiran akan eskalasi militer di kawasan Teluk.

Baca Juga: Kondisi Mojtaba Khamenei Disebut Terluka Parah oleh AS, Iran: Pemimpin Kami Baik-Baik Saja

Iran pun menanggapi klaim AS melalui perwakilannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani.

Menurut Iravani, "Situasi saat ini, termasuk di Selat Hormuz, adalah konsekuensi langsung dari tindakan destabilisasi AS yang melancarkan agresi terhadap Iran dan merusak keamanan kawasan."

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di jalur pelayaran strategis yang mengangkut sekitar 20% kebutuhan minyak dunia tersebut.

Baca Juga: Felix Siauw Kecam Teror Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Bandingkan dengan Kasus Novel Baswedan

Trump menulis, "Banyak negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirim kapal perang bersama AS untuk menjaga jalur ini tetap terbuka dan aman."

Ia menambahkan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer penuh untuk menanggapi setiap ancaman dari perairan tersebut.

"Kami akan mengebom habis garis pantai dan menembaki perahu serta kapal Iran jika diperlukan. Tujuannya jelas: Selat Hormuz harus tetap TERBUKA, AMAN, dan BEBAS!" tulis Trump.

Baca Juga: Investor Besar Merapat! PINTU Resmi Luncurkan Program VIP dengan Benefit Eksklusif

Selain unggahan di media sosial, Trump juga menyampaikan kepada wartawan pada Jumat (13/3) bahwa Angkatan Laut AS akan segera mulai mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi selat tersebut.

"Itu akan segera dilakukan," tegasnya.

Selat Hormuz tetap menjadi titik panas geopolitik dunia, mengingat perannya yang vital sebagai jalur utama ekspor minyak dan gas global.

Setiap gangguan di selat ini dapat berdampak langsung pada harga energi internasional dan stabilitas regional. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.