Banten

LLV Sinar Mas Land Buka Program InnoLab, Perusahaan Global Bisa Uji Teknologi di BSD City

Handrian Setiawan | 17 Maret 2026, 18:54 WIB
LLV Sinar Mas Land Buka Program InnoLab, Perusahaan Global Bisa Uji Teknologi di BSD City
LLV Sinar Mas Land Buka Program InnoLab (istimewa)

AKURAT BANTEN - Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, membuka akses bagi perusahaan teknologi global untuk menguji sekaligus mengkomersialisasikan inovasi mereka di Indonesia melalui platform co-innovation InnoLab.

Program ini dirancang sebagai jalur percepatan dari tahap eksplorasi teknologi hingga kesiapan pasar, termasuk pengembangan proof-of-concept (PoC) dalam ekosistem yang terintegrasi.

Salah satu perusahaan global yang telah memanfaatkan platform tersebut adalah Nitto Denko Asia Technical Centre. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi dapat menguji solusi mereka secara langsung sebelum memasuki tahap komersialisasi di pasar Indonesia.

Baca Juga: Rumah Makan Bambu di Pinang Terbakar, Api Dipadamkan dalam 48 Menit

Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, mengatakan banyak perusahaan global memiliki teknologi matang, namun membutuhkan platform yang tepat untuk lokalisasi dan validasi pasar.

“InnoLab menghadirkan kerangka kerja terstruktur yang memungkinkan proses tersebut berjalan cepat, terukur, dan berbasis kebutuhan industri. Kami membuka kesempatan bagi perusahaan dari berbagai negara yang ingin menguji dan mengembangkan teknologinya di Indonesia,” ujar Bayu dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Uji Teknologi Skala Kota

Melalui InnoLab, perusahaan global dapat mengakses ekosistem startup dan mitra industri terkurasi, melakukan business matching strategis, serta mengembangkan PoC dalam skala kota.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengukur kesiapan pasar sebelum ekspansi lebih luas, sekaligus memperoleh dukungan implementasi langsung dalam ekosistem Sinar Mas Land.

President Nitto Denko Asia Technical Centre, Ryota Masuda, menilai Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial bagi inovasi teknologi.

Baca Juga: Mentan Amran Murka, Temukan Alsintan Terbengkalai dan Sawah Terendam di Maros

“Dengan populasi besar dan keterbukaan terhadap ide-ide baru, Indonesia menawarkan lingkungan yang menarik untuk menciptakan bisnis baru sekaligus mempercepat implementasinya,” katanya.

BSD City Jadi Living Laboratory

Keunggulan utama InnoLab terletak pada integrasinya dengan BSD City, mega township seluas sekitar 6.000 hektare dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa. Kawasan ini mencakup area residensial, komersial, pendidikan, hingga industri yang terhubung dalam satu ekosistem.

CEO Digital Business Sinar Mas Land, Mulyawan Gani, mengatakan BSD City dikembangkan sebagai laboratorium hidup bagi inovasi perkotaan.

Baca Juga: Remaja 19 Tahun Diciduk Polisi Saat Edarkan Ribuan Obat Terlarang di Jakarta Utara

“Dengan ekosistem yang lengkap, kami dapat memfasilitasi berbagai skema PoC secara langsung, mulai dari infrastruktur pintar hingga teknologi keberlanjutan,” jelasnya.

Bidang teknologi yang menjadi fokus InnoLab meliputi:

  • Advanced materials & construction solutions

  • Smart infrastructure & building systems

  • Environmental & sustainability technology

  • Industrial applications

  • Urban technology solutions

Dorong Komersialisasi Teknologi di Indonesia

Living Lab Ventures membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai sektor dan negara untuk memanfaatkan InnoLab sebagai platform pengujian dan pengembangan teknologi di Indonesia.

Selain validasi pasar lokal, perusahaan juga dapat membangun kemitraan dengan startup nasional serta menyiapkan pipeline komersialisasi jangka panjang.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan industri, InnoLab diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi perusahaan global untuk bergerak dari tahap inovasi menuju implementasi nyata di pasar Indonesia. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.