Banten

Medical Suites BSD City Jadi Motor Ekosistem Kesehatan, KEK Banten Bidik Investasi Rp18,8 Triliun

Handrian Setiawan | 10 April 2026, 22:29 WIB
Medical Suites BSD City Jadi Motor Ekosistem Kesehatan, KEK Banten Bidik Investasi Rp18,8 Triliun
Medical Suites BSD City Jadi Motor Ekosistem Kesehatan, KEK Banten Bidik Investasi Rp18,8 Triliun (Handrian Setiawan/Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Transformasi sektor kesehatan nasional mulai bergerak ke arah baru. Sinar Mas Land memperkuat perannya melalui pembangunan Medical Suites di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ BSD City, Tangerang.

Kehadiran fasilitas kesehatan berstandar internasional ini tidak hanya menghadirkan layanan medis modern, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan investasi kesehatan dan teknologi medis di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang menyebut, kawasan KEK ETKI Banten memiliki prospek ekonomi yang sangat besar dalam dua dekade ke depan.

Baca Juga: Teka-teki Ijazah Jokowi: 4 Dokumen Rahasia 'Lenyap' dari Berkas KPU DKI, Ada Apa?

“KEK di Banten terus berkembang pesat. Proyeksi 20 tahun ke depan mampu menarik investasi hingga Rp18,8 triliun dan membuka lebih dari 13 ribu lapangan kerja,” ujar Edwin usai seremoni topping off Medical Suites di D-HUB SEZ BSD City, Tangerang, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, kawasan KEK yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan resmi beroperasi sejak November 2024 tersebut telah menunjukkan performa positif sejak awal pengembangan.

Hingga akhir 2025, KEK ETKI Banten mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,9 triliun, melibatkan 14 pelaku usaha serta menyerap 836 tenaga kerja.

Baca Juga: Prancis Kirim 39 Kendaraan Lapis Baja ke Lebanon, Konflik Kawasan Kian Memanas

“Dalam waktu kurang dari dua tahun, capaian ini menunjukkan perkembangan yang sangat membanggakan,” katanya.

Lebih jauh, dalam lima tahun pertama operasionalnya, kawasan ini diproyeksikan mampu menghemat devisa keluar hingga Rp1,5 triliun serta menghasilkan devisa baru sebesar Rp4,2 triliun melalui layanan kesehatan berstandar global.

Medical Suites Jadi Pusat Klinik Spesialis Modern

Sementara itu, Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty menjelaskan, Medical Suites merupakan gedung kedua yang dibangun di kawasan KEK Banten dan dirancang sebagai pusat layanan kesehatan modern berbasis tenant.

“Gedung tersebut ditargetkan rampung dan mulai diserahterimakan kepada tenant pada September 2026,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Main-main! Ini 10 Syarat Mustahil Iran Sebelum Buka Kembali Selat Hormuz

Medical Suites itu, kata Lindawaty, akan menampung lebih dari 25 tenant layanan kesehatan, mulai dari klinik spesialis, laboratorium medis, hingga fasilitas terapi dan layanan kesehatan masa depan.

Adapun layanan yang diproyeksikan hadir antara lain klinik penyakit spesifik, layanan estetika medis, terapi stem cell, hingga layanan fertilitas atau in vitro fertilization (IVF).

“Fasilitas ini diharapkan menghadirkan layanan kesehatan berstandar tinggi yang menjawab kebutuhan pasar kesehatan modern,” ujar Lindawaty.

Baca Juga: Tak Gentar! Indonesia Tantang Dunia Internasional Segera Hentikan Kebrutalan Israel di Lebanon

KEK Kesehatan Jadi Arah Baru Investasi Nasional

Secara nasional, pemerintah saat ini memiliki 26 Kawasan Ekonomi Khusus yang tersebar dari Aceh hingga Papua. KEK ETKI Banten menjadi salah satu kawasan strategis karena fokus pada sektor kesehatan, pendidikan, teknologi, dan ekonomi kreatif.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di seluruh KEK Indonesia mencapai Rp82,6 triliun atau 98 persen dari target nasional, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 88.591 orang.

Pengembangan Medical Suites di BSD City pun dinilai menjadi simbol pergeseran investasi nasional menuju industri kesehatan berbasis inovasi dan riset, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan regional. (***)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.