TPA Jatiwaringin Jadi Pusat PSEL Tangerang Raya, Tampung Ribuan Ton Sampah Tiap Hari

AKURAT BANTEN - Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan aglomerasi Tangerang Raya dipastikan akan berpusat di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Lokasi dengan luas sekitar 7 hektare tersebut nantinya akan menampung 5.300 ton sampah per hari dari tiga daerah, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kepastian itu disampaikan oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid usai mengikuti rapat koordinasi PSEL yang berlangsung di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Banten, Kelurahan Jelupang, Serpong Utara, Tangsel, pada Rabu (5/11/2025).
Baca Juga: MKD Tegas! 'Sanksi Potong Gaji' Jegal Sahroni, Nafa, Eko Patrio di DPR, Hanya Uya Kuya yang Selamat
Menurut Maesyal, jumlah sampah tersebut telah memenuhi standar yang ditentukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) maupun Danantara, sebagai pihak yang memimpin pelaksanaan proyek PSEL.
"Kalau Danantara itu mintanya satu daerah itu minimal 1.000 ton, artinya dengan volume sampah di Kabupaten Tangerang sebesar 2.700 ton, Kota Tangerang 1.600 ton, dan Tangsel 1.000 ton, itu sudah sesuai dengan SOP dari pihak Danantara," kata Maesyal.
Namun, hingga kini pemerintah Kabupaten Tangerang masih menunggu kejelasan teknis terkait sistem penanganan dan pengolahan sampah yang akan diterapkan di lokasi tersebut.
"Jadi apakah sampah itu ketika datang langsung dihamparkan, atau mungkin dipilah dulu sampai saat ini kami belum mendengar informasinya," ucapnya.
Ia pun berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat segera menginisiasi pertemuan dengan pihak KLH dan Danantara untuk membahas detail teknis, terutama terkait kebutuhan sarana pendukung.
"Supaya bisa bersama-sama merumuskan tentang kebutuhan sarana angkutnya. Karena kalau sarana olahan di sana menjadi wewenang dari Danantara," tutur Maesyal.
Baca Juga: Pupuk Subsidi Turun 20 Persen Pemerintah Serius Bantu Petani untuk Ketahanan Pangan
Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan siap memfasilitasi koordinasi antara pemerintah daerah di Tangerang Raya dengan pemerintah pusat. Sebagai langkah awal, ia akan menyiapkan Nota Kesepahaman (MoU) bagi ketiga daerah yang terlibat.
"Setelah itu nanti saya selaku gubernur akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, baik dengan Kementerian LH maupun Danantara," ucap Andra.
Andra juga menilai potensi volume sampah di wilayah Tangerang Raya sangat mendukung pelaksanaan proyek energi dari limbah tersebut.
"Meski dengan volume sampah yang berbeda-beda, namun secara umum volume sampah di Tangerang Raya ini sangat fisible (layak) untuk pelaksanaan PSEL," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










